5 View Point di Sekitar Gunung Bromo

0
721

ARCHIPELAGO – Wisatawan yang berkunjung ke Bromo hampir semuanya ingin melihat matahari terbit, meskipun harus berangkat pagi-pagi sekali dari hotel. Namun kebanyakan wisatawan hanya tahu bahwa satu-satunya tempat untuk melihat matahari terbit atau view point adalah Penanjakan. Apa saja view point termasuk Pananjakan, beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing view point tersebut?

1.Pananjakan

Gunung Batok yang disaksikan dari Bukit Penanjakan.

Menurut kebanyakan wisatawan yang datang berkunjung Puncak Pananjakan merupakan view point terbaik dengan ketinggian 2.700 m dari permukaan laut. Dari puncak Pananjakan ini pemandangan yang mengarah ke Bromo dan Semeru terlihat sangat indah dengan hamparan laut pasir yang sangat luas. Begitu juga matahari terbit dari view point ini bisa dilihat tanpa terhalang oleh perbukitan dan pegunungan lain.

Untuk menuju Pananjakan view point ini, wisatawan bisa menggunakan Jeep dari hotel tempat menginap atau dari tempat parkir kendaraan. Agar bisa mencapai puncak Pananjakan ini wisatawan harus berangkat lebih pagi apalagi saat musim liburan, karena hampir semua wisatawan akan memilih puncak Pananjakan untuk melihat sunrise, sedangkan parkir jeep yang disediakan tidak memadai, dan hampir semua jeep akan parkir di kiri kanan jalan. Sehingga apabila terlambat berangkat dari hotel, parkir jeep akan semakin jauh dari puncak Pananjakan.

Apabila parkir jeep terlalu jauh wisatawan bisa menuju ke puncak Pananjakan dengan naik ojek, untuk tarif ojeknya tergantung jauh dekatnya tempat parkir jeep dengan tempat parkir sepeda motor, atau jikalau wisatawan ingin jalan kaki jangan lupa membawa masker atau sapu tangan karena asap kendaraan seperti jeep, sepeda motor wisatawan lain maupun ojek yang lalu lalang, cukup mengganggu pernafasan ditambah oksigen yang berkurang karena tingginya Pananjakan.

2.Bukit Kedaluh (Bukit Kingkong)

Bukit Kedaluh atau Bukit Kingkong (dinamakan bukit kingkong mungkin bila diperhatikan secara seksama bukit ini menyerupai wajah Kingkong, mengenai hal ini tidak ada yang tahu pasti) letaknya 1 bukit di bawah Puncak Pananjakan. Jarak Bukit Kingkong dengan Puncak Pananjakan sekitar 800 meter sampai 1 kilo meter. Untuk mencapai bukit Kingkong tidak terlalu sulit, biasanya pintu masuk menuju ke bukit Kingkong ini relatif lebih dekat dari parkit jeep bila dibandingkan dengan Pananjakan. Namun apabila hujan di Bukit Kingkong Masih minim tempat untuk berteduh, sehingga wisatawan harus mempersiapkan jas hujan sendiri atau membeli dari pedagang yang ada di sana.

Akses masuk menuju bukit Kingkong tidak terlalu menanjak sekitar 100 – 200 meter wisatawan bisa melihat sunrise dan pemandangan Gunung Bromo dengan jelas. Kebanyakan wisatawan yang belum pernah berkunjung ke bukit Kingkong menganggap matahari terbit dan pemandangan sekitar Bromo lebih indah bila dilihat dari Pananjakan, namun sebenarnya keduanya sama-sama memiliki keindahan yang berbeda dan ini bisa dirasa bila wisatawan pernah berkunjung di dua view point tersebut.

3.Bukit Cinta

Wisatawan yang akan berkunjung ke Bukit Kingkong maupun ke Pananjakan akan melewati Bukit Cinta, karena letaknya ada sekitar 3-4 kilo meter dibawah Bukit Kingkong. Dimanakan bukit Cinta menurut orang-orang yang tinggal sekitar pegunungan gunung Bromo karena adanya cerita tentang Pengunjung yang menemukan jodohnya di sana dan setelah menikah keduanya kembali untuk berkunjung di tempat yang telah mempersatukan kedua sejoli tersebut dan menamakannya dengan sebutan bukit Cinta.

Di bukit Cinta parkir Jeep bisa mendekati view point, namun bila hari libur jeep bisa parkir lebih dari 1 kilo meter. Untuk mencapai puncaknya cukup menguras tenaga karena wisatawan harus menaiki sekitar 100 anak tangga. Di bukit Cinta ini wisatawan bisa melihat pemandangan kearah gunung Bromo dari Bawah maupun dari atas Bukit Cinta dengan suasana yang berbeda.

Bila dilihat dari bawah gunung Bromo dan Gunung Batok terlihat sangat dekat sehingga puncak gunung Semeru terlihat lebih kecil, namun bila dilihat dari atas puncak gunung Semeru kelihatan lebih besar dan untuk melihat sunrise dari atas Bukit Cinta jauh lebih bagus.

4.Puncak Seruni

Bila wisatawan menginap di Hotel daerah Cemara Lawang hanya perlu 15-20 menit dengan menggunakan Jeep, kuda maupun ojek dan tidak perlu turun ke lautan pasir untuk mencapai puncak Seruni. Namun untuk mencapai view point ini dari tempat penurunan jeep lumayan jauh dengan kondisi jalan yang menanjak dan jumlah anak tangga yang lumayan banyak sehingga perlu waktu lebih dari 20 menit untuk mencapai puncak. Dari puncak Seruni ini wisatawan bisa melihat pemadangan yang sama bagusnya dengan Pananjakan.

Seruni view point ini mulai banyak dikunjungi wisatawan pada saat erupsi gunung Bromo tahun 2010 yang lalu. Saat itu wisatawan yang lewat dari Kabupaten Probolinggo dan menginap di hotel sekitar Cemara Lawang tidak bisa melihat matahari terbit dari Pananjakan karena akses jalan yang dilalui longsor dan perbaikannya perlu waktu yang cukup lama. Meskipun erupsi sudah berakhir, namun sampai saat ini Puncak seruni menjadi alternatif view point bagi wisatawan saat hari libur atau pada saat peak season.

5.Mentigen

Diantara view point yang lain, Mentigen adalah view point yang paling mudah untuk dikunjungi, disamping letaknya yang tidak terlalu jauh, akses jalannya yang mudah, dan untuk sampai di view point ini wisatawan tidak perlu menggunakan jeep.

Jalan untuk menuju ke Mentigen view point berada di samping depan Hotel Lava View dan jaraknya hanya sekitar 800m sampai 1km dari hotel. Selain berjalan kaki, untuk menuju view point ini bisa dengan naik kuda atau ojek yang ada di sekitar hotel.

Melihat matahari terbit dari Mentigen sama indahnya dengan view point yang lain, namun dari Mentigen puncak gunung Semeru terlihat sangat kecil. Kadang kala saat view point yang lain tertutup kabut di Mentigen cuacanya cerah, begitu pula sebaliknya.

Selain kelima view point di atas, sebenarnya masih ada view point lain yang bisa dikunjungi seperti Puncak Bromo dan puncak B 29 Lumajang. Mereka yang melihat matahari terbit di puncak Bromo bisa naik kuda maupun Ojek atau bahkan berjalan kaki dari Desa Cemara Lawang. Bila berjalan kaki sebaiknya membawa lampu penerangan yang cukup, karena suasana gelap sering ada yang tersasar menjauh dari puncak Bromo.

Dari semua view point tersebut sebenarnya memiliki keindahan yang berbeda-beda, dan yang terpenting untuk melihat matahari terbit dan keindahan panorama di sekitar lereng pegunungan yang dihuni oleh masyarakat suku tengger adalah cuaca dan kondisi alam, karena saat cuaca kabut dan hujan, jangankan matahari terbit, gunung Semeru yang tinggi menjulang sekalipun tidak akan terlihat.(TE)

LEAVE A REPLY