Banyuwangi Underwater Festival, Menonton Penari di Dasar Laut

0
218

ARCHIPELAGO – Anda ingin bertemu dengan ikan Nemo secara langsung? Atau ingin nonton Tari Gandrung di dasar laut? Bila iya, segera langkahkan kaki ke Desa Bangsring, Wongsorejo, Banyuwangi. Ada Banyuwangi Underwater Festival yang digelar, 4-6 April 2018.

Panorama underwater di Bangsring, Banyuwangi sudah diakui dunia. Airnya jernih. Coralnya penuh warna. Ikan warna-warninya pun melimpah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sampai tak ragu mengundang para penghobi menyelam dari mana saja, untuk menyaksikan keindahan bawah laut Banyuwangi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya

“Yang punya sertifikat menyelam silakan datang. Yang hobi fotografi bawah laut juga boleh ikutan. Ada banyak objek menarik di underwater Banyuwangi. Silakan hadir,” kata Arief Yahya, Senin 2 April 2018.

Arief menambahkan, pengunjung bisa menyaksikan tarian khas masyarakat Banyuwangi yang telah didaftarkan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda di dasar laut.

“Semua potensi underwater di Bangsring Banyuwangi sudah world class. Silakan datang dan buktikkan sendiri,” tambah menpar.

Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu memang tak asal bicara. Bangsring underwater merupakan kawasan konservasi bawah laut yang dikelola nelayan Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Pada 2017, kelompok nelayan di kawasan ini menerima Kalpataru dari Presiden RI karena mereka mampu mengubah mindset dari yang dulunya pengebom ikan, menjadi aktif melakukan restorasi terumbu karang.

keindahan laut wisata

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turut senang dan tak segan melayangkan apresiasi kepada nelayan di kawasan Bangsri, Banyuwangi.

“Ini sangat bagus. Alamnya dijaga dengan sangat oke. Pasirnya bersih dan putih, terumbu karang beragam bentuk dan warna airnya ada gradasi tiga warna. Ada putih, hijau, dan biru. Ini seperti duplikatnya Raja Ampat. Sangat indah. Karenanya saya akan hadir ke Banyuwangi saat event berlangsung,” tutur Menteri Susi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga tak mau ketinggalan berpromosi. Baginya, event ini adalah edukasi bagi publik.

“Akan kami tunjukkan bagaimana masyarakat di Pantai Bangsring melakukan konservasi, berinisiatif menanam dan melestarikan terumbu karang di sana yang berbuah menjadi sebuah destinasi wisata baru. Ini merupakan cara kreatif nelayan-nelayan Bangsring untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Tidak hanya menggelar event, namun mereka juga menyisipkan edukasi bahari kepada kita semua,” ujar Abdullah Azwar Anas.(NUH/VIVA)

LEAVE A REPLY