Belajar Memanah di Komunitas Kampung Muslim

0
65

 

ARCHIPELAGO – Berbagai kegiatan bisa ditemui saat mengunjungi kawasan Komunitas Kampung Muslim (KKM) di Depok. Mulai dari budidaya lele, membuat panahan, membuat sabun herbal, membuat opak, hingga terdapat wahana memanah.

Dari sekian banyak kegiatan, wahana memanah menjadi unggulan. Selain banyak peminatnya, wahana ini juga buka setiap hari sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pengunjungnya variatif. Tak hanya orang dewasa, melainkan remaja hingga anak-anak juga turut antusias belajar memanah.

“Kenapa wahana memanah jadi keunggulan karena selain menjalankan sunah Nabi, yang di antaranya berenang dan berkuda, kita juga bisa mendapatkan manfaat lain yaitu kesehatan. Kita memasyarakatkan sunah dan mensunahkan masyarakat, ” ujar Leon, salah satu pengurus Komunitas Kampung Muslim saat ditemui kumparan di KKM, Jalan Benda, Curug Tanah Baru, Depok, Selasa (22/5).

Belajar Memanah Bisa Dilakukan di Kampung Muslim Depok

Menurut Leon, selain mengandalkan ketajaman mata, memanah juga membutuhkan kekuatan tangan. Oleh karena itu perlu pemanasan sebelum memanah. Di antaranya latihan beban dan push up untuk melatih kekuatan lengan tangan.

“Kalau lihat orang memanah sepintas tidak ada tenaga, tapi dia narik sebenarnya pakai tenaga kuat. Latihan kalau sebulan rutin akan ketemu tekniknya, cuma ini harus rutin minimal tiga kali seminggu, sejam cukup,” kata Leon.

Ada dua jenis teknik memanah yang diajarkan di wahana ini, yakni recurve bow dan horse bow. Tak hanya itu, KKM juga menerima latihan khusus untuk anak-anak TK mengenai dasar-dasar memanah.

Setiap satu jam latihan memanah, dikenakan tarif Rp 50 ribu. Sedangkan bagi yang memiliki kartu anggota, dikenakan tarif Rp 170 ribu per bulan sebanyak empat kali latihan.

“Kalau untuk member ada fasilitas lebih, dia dapat kaos, buku prestasi, dan ada perlakuan lebih dari anggota biasa,” katanya.

KM jual menjual panahan dari hasil produksi mereka dengan rentang harga Rp 550 ribu-Rp 1,5 juta.

Pintu Gerbang Wisata Kampung Muslim Depok

Meski komunitas ini dibentuk belum genap setahun, namun berbagai kompetisi sering kali digelar. Salah satunya pada 12 – 13 Mei telah diadakan kompetisi Jaeger Fest untuk kelas bare bow dan horse bow.

“Seru tempatnya, alami banget, juga Islami banget. Salah satu alternatif mengisi kekosongan, apalagi bulan puasa kaya gini. Bisa juga untuk ajang silaturahim ibu-ibu,” ujar Wati, salah satu pengunjung wahana panahan.

“Manfaatnya kalau aku lebih ke kesehatan dan hobi juga karena lagi ngetren banget, di sini yang paling enak dari aku nyoba di beberapa tempat,” imbuhnya menceritakan motifnya belajar memanah.(NUH/KUMPARAN)

LEAVE A REPLY