Berziarah ke Makam Sang Adipati Arya Penangsang

0
7165

ARCHIPELAGO – Kehidupan manusia tidak lepas dari sejarah. Diantara sejarah yang ada adalah sejarah tentang kerajaan di tanah Jawa. Diantara sejarah tanah Jawa, dikenal sosok bernama Arya Penangsang. Menyebut nama Arya Penangsang, tidak lepas dari sejarah kerajaan Pajang yang saat itu dipimpin oleh Jaka Tingkir/Mas Karebet yang bergelar Sultan Hadiwijaya.

Sementara Arya Penangsang adalah adipati Jipang Panolan. Arya Penangsang merupakan sosok kontroversial dan pemberani. Ia menolak membayar pajak pada kerajaan Pajang karena menganggap Sultan Hadiwijaya tidak sah sebagai raja. Keputusan Arya Penangsang yang tidak mau membayar pajak tersebut akhirnya memuncak dan terjadilah perang antara Kerajaan Pajang dengan Kadipaten Jipang.

Pendopo dan Musala yang megah di depan Areal Makam

Saat itu, Arya Penangsang harus berhadapan dengan Danang Sutawijaya sebagai ksatria yang menjadi jago dari kerajaan Pajang. Konon pertempuran itu terjadi di sungai Bengawan Solo. Arya Penangsang dengan menunggang kuda yang diberi nama Gagak Rimang, menyeruak diantara pasukannya dan melaju menghadapi Danang Sutawijaya yang bersenjata tombak Kyai Plered.

Keputusan Arya Penangsang yang menyerang terlebih dulu akhirnya berdampak buruk pada dirinya. Perut Arya Penangsang Tertembus tombak Kyai Pleret yang digenggam Danang Sutawijaya. Usus Arya Penangsang pun terburai. Namun sang Adipati tetap perkasa dan ususnya yang terburai disampirkan di keris pusakanya yang bernama Setan Kober.

Pintu Masuk Makam Gedong Ageng Jipang

Dengan sigap, Arya Penangsang menangkap dan sudah mencekik leher Danang Sutawijaya dengan lengannya. Ketika ia hendak menghunus keris pusakanya, keris itupun secara tidak sengaja memutus ususnya sendiri sehingga mengakibatkan Arya Penangsang gugur. Sampai kini tempat gugurnya Arya Penangsang itu dinamakan Bengawan Sore, karena perang antara kerajaan Pajang dengan Kadipaten Jipang itu berakhir sore hari dengan gugurnya Arya Penangsang.

Makam Arya Penangsang

Areal Makam Arya Penangsang yang hanya ditutupi kain putih lusuh sebagai pembatas

Archipelago-Indonesia, beberapa waktu lalu mengunjungi makam Arya Penangsang yang ada di wilayah Jipang-Cepu. Makam Arya Penangsang berada di pinggir Bengawan Solo. Meskipun ada beberapa makam dari Arya Penangsang di beberapa wilayah, tetapi makam Arya Penangsang di Jipang lebih masuk akal dan cukup beralasan. Pasalnya, tidak mungkin Adipati Jipang yang gugur dalam pertempuran di Bengawan Sore lalu dimakamkan cukup jauh dari wilayah Jipang sendiri.

Makam Arya Penangsang di Jipang terbilang berada di areal yang terpencil. Untuk menuju ke areal makam, maka harus masuk ke desa Jipang terlebih dulu. dan Makam sang Adipati terletak di pinggir jalan desa. Memasuki areal makam tampak tembok yang sudah dibangun oleh Pemda setempat. Lokasi areal makam tersebut dinamakan “Makam Gedong Ageng Jipang”.

Makam Arya Penangsang yang ditumbuhi lumut dan tumbuhan disekelilingnya

Memasuki makam Gedong Ageng Jipang tersebut terdapat makam Arya Penangsang yang hanya ditutupi dengan kain putih di sekelilingnya. Dan makam tersebut cenderung tidak terawat. Artinya, bangunan megah di depannya tidak ditunjang dengan perawatan makam yang mumpuni. Pusara makam Arya Penangsang penuh dengan lumut. Sangat tragis, makam sosok pemberani seperti Arya Penangsang perawatannya tidak diperhatikan dan cenderung dibiarkan oleh Pemda setempat.

Pendopo Megah

Tragisnya kondisi makam yang cenderung tidak terawat tersebut, tidak seimbang jika dibandingkan dengan tembok yang kokoh dan pendopo yang megah di depan areal makam. Di depan makam terdapat pendopo yang megah dengan aksara Jawa “Surya Kencana Hadiningrat”. Disamping itu juga terdapat aturan-aturan untuk tidak berbuat hal yang negatif di situs makam.

Areal makam tampak dari kejauhan dengan pembatas kain putih lusuh

Semestinya, makam tokoh pemberani seperti Arya Penangsang tersebut dirawat dan ditata secara profesional sebagai tujuan dari para wisatawan khususnya wisatawan religi. Namun lantaran tidak dirawat secara profesional, maka kesan yang muncul adalah angker. Orang takut untuk mendekat ke areal makam Arya Penangsang karena kesan angker itu.

Padahal tidaklah demikian. Kesan angker yang muncul dari makam Arya Penangsang itu tidak benar. Archipelago-Indonesia membuktikannya sendiri dengan mendatangi areal Makam tersebut. Namun kesan yang muncul adalah tragis, makam sosok besar yang namanya cukup dikenal ternyata tidak dirawat meski dengan tembok masuk makam yang megah.(NUH)

LEAVE A REPLY