Desa Wisata Kemiren Jadi Ajang Banyuwangi Race Photography

0
320

ARCHIPELAGO – Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur menggelar lomba foto Banyuwangi Race Photography di Desa Wisata Using, Kemiren, Kecamatan Glagah pada 10-11 Maret 2018. Lomba foto tersebut digelar untuk mengenalkan seni, budaya dan tradisi yang ada di Banyuwangi khususnya di Desa Kemiren.

“Desa wisata Kemiren kita pilih karena banyak hal menarik yang berkaitan dengan Suku Osing di desa tersebut seperti barong, gandrung, bacaan Lontar Yusuf, rumah adat Osing hingga kuliner. Dan semuanya menjadi bagian utuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat Osing yang tinggal di Desa Kemiren,” kata Budi Candra, Ketua Panitia Banyuwangi Race Photography seperti dilansir Kompas.com.

Hunting foto akan dilakukan dalam waktu satu hari dengan beberapa tema. Setiap tema foto akan diberikan waktu selama dua jam untuk peserta hunting foto sesuai tema. Tema sendiri akan ditentukan pada hari pelaksanaan lomba. “Biasanya jenis foto race competition diselenggarakan di kota-kota besar, namun kami ingin menyajikan sesuatu yang berbeda yaitu di pedesaan jadi peserta bisa mengeksplor segala sesuatu yang menarik di Desa Kemiren,” kata Budi Candra.

Pesona wisata Budaya Osing Banyuwangi

Peserta sendiri dibagi dua kategori yaitu kategori pelajar mulai tingkat SD-SMA dan peserta kategori umum. Pendaftaran sudah dibuka mulai awal Februari hingga 6 Maret 2018. Peserta Banyuwangi Race Photography juga akan mendapatkan materi wokshop. Untuk tingkat SMA akan diisi oleh Ahmad Dzulkarnain, fotografer penyandang difabel yang sudah menghasilkan banyak karya dan untuk materi peserta umum akan disampaikan fotografer senior Mario Blanco.

Pendaftaran bisa dilakukan dengan membuka situs banyuwangitourism.com atau datang langsung ke sekretariat panitia di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi. Budi Candra menambahkan, Banyuwangi Race Photography bukan hanya sekadar lomba foto, tapi juga edukasi kepada peserta terkait fotografi dan juga tradisi, adat, budaya yang ada di Banyuwangi. “Kami ingin mengenalkan Banyuwangi dengan cara kami yaitu merekam Banyuwangi dari sisi fotografi,” katanya.(NUH/KOMPAS)

LEAVE A REPLY