Festival Puncak Papua, Mendaki Gunung hingga Tinggal dengan Rakyat

0
307

ARCHIPELAGO – Rangkaian acara Festival Puncak Papua di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua bakal digelar mulai bulan April hingga Mei mendatang. Acara petualangan berbalut kegiatan sosial bertema “Interaksi Masyarakat di Timur Indonesia” diselenggarakan oleh Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri serta Yayasan Indonesia Mengajar.

Ketua Umum Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, Andi Angga Kusuma mengatakan kolaborasi antara Wanadri dan Indonesia Mengajar merupakan kegiatan besar pertama hasil kolaborasi antar dua organisasi.
Adapun, kegiatan Festival Puncak Papua terbagi ke dalam tiga kegiatan yaitu ekspedisi pendakian, festival budaya, dan live in di masyarakat Pegunungan Bintang. “Misinya (Festival Puncak Papua) membuka ruang interaksi antara masyarakat setempat dan Wanadri. Masyarakat umum dengan cara ikut live in dengan masyakarat lokal. Kami coba buka informasi tentang Papua. Selama ini kan dengar Papua kan identik horor,” kata Andi seperti dilansir KompasTravel seusai acara jumpa pers Festival Puncak Papua di Jakarta, Kamis (1/3/2018) sore.

Menurutnya, acara Festival Puncak Papua juga melibatkan masyarakat umum untuk pergi ke Papua. Masyarakat umum bisa mengikuti kegiatan live in setelah lulus seleksi. “Untuk pendakian Gunung Yamin dan Mandala akan dilakukan di bulan Mei. Untuk pendakian Yamin akan dilakukan oleh anggota Wanadri. Pendakian Gunung Mandala akan bersama masyarakat umum yang lulus seleksi,” ujarnya.

Pendakian Gunung Yamin sendiri rencananya dilakukan selama 19 hari dan Gunung Mandala sekitar 15 hari. Untuk kegiatan festival budaya rencananya dilakukan di Oksibil (Papua), Jakarta, dan Bandung. Sementara untuk kegiatan live in akan dilakukan di Kampung Okatem, Pepera, Bime, Aboding, Parim, Mimim, Ngangom, dan Bumbakon.

Kehidupan Bocah Papua

Masyarakat umum yang terpilih sebagai relawan akan tinggal selama satu hingga tiga minggu di kampung-kampung tersebut. Lanskap Gunung Mandala, Pegunungan Bintang, Papua. Foto diambil saat Ekspedisi Mandala Wanadri tahun 1991.(Dok. Wanadri) “Masyarakat bisa belajar (sosial budaya) langsung dari masyarakat Pegunungan Bintang. Setelah itu bisa jadi kader mengkampanyekan ayo ke Papua setelah lihat (langsung kondisi Papua) di sana,” jelas Angga.

Lanskap Gunung Mandala

Adapun masa rekruitmen relawan untuk live in mulai dari tanggal 15 Februari hingga 6 Maret melalui laman bit.ly/liveinfpp. Kegiatan live in dilakukan pada tanggal 8-24 April. Gunung Yamin dan Gunung Mandala merupakan gunung-gunung di jajaran Pegunungan Jayawijaya. Gunung Yamin berketinggian 4.500 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan Gunung Mandala berketinggian 4.730 mdpl.(NUH/KOMPAS)

LEAVE A REPLY