Festival Teluk Humboldt, Promosi Budaya 14 Kampung Jayapura

0
6

ARCHIPELAGO – Festival Teluk Humboldt yang ke-10 akan lebih unik dari tahun sebelumnya. Sebab, akan ada peragaan seni dan budaya dari 14 kampung yang ada di dalam wilayah Kota Jayapura.

“Festival ini juga akan dijadikan ajang promosikan wisata yang ada di Kota Jayapura,” kata Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano, saat meluncurkan Festival Teluk Humboldt ke-10 Tahun 2018 di Kota Jayapura, Papua, Minggu (8/7).

Festival Teluk Humboldt merupakan agenda tetap setiap tahun dari pemerintah Kota Jayapura. Festival yang akan diselenggarakan 5-7 Agustus 2018 ini juga sudah masuk dalam kalender pariwisata nasional.

Menurut Benhur, festival kali ini boleh dibilang sangat unik. Keunikannya bukan hanya disebabkan hadirnya 14 kampung yang ada di Kota Jayapura yang menampilkan berbagai macam tarian tradisional yang khas. “Tapi juga masing-masing kampung dari 14 kampung ini akan menampilkan sanggar seni, kerajinan, aksesoris budaya Papua dari masing-masing kampung yang ada hadir di kegiatan festival ini,” jelas Benhur.

Pada pembukaan acara Festival Teluk Humboldt akan ada penampilan Parade Tifa, yaitu alat musik pukul tradisional Papua dari masyarakat yang ada di 14 kampung di dalam wilayah pemerintah Kota Jayapura, sebagai ibukota Provinsi Papua.

“Festival ini dilaksanakan di kawasan Pantai Hamadi, tepatnya di Jalan Ring Road Pantai Hamadi, Kota Jayapura, yang memiliki pemandangan indah Teluk Youtefa dan dikelilingi hutan mangrove di sekitar Kampung Tobati dan Enggros,” ucap Benhur.

Selain ajang promosi wisata dan budaya, kata Benhur, festival ini juga untuk ikut memeriahkan HUT Proklamasi Republik Indonesia (RI). Apalagi, Festival Teluk Humboldt ke-10 yang bertemakan: Beat of Culture atau Harmoni Budaya ini memang diselenggarakan tiap Agustus, bulan HUT kemerdekaan RI.

“Untuk itu saya minta Dinas Pariwisata membuat satu buku tentang satu tahun atau satu dekade Festival Teluk Humboldt. Semua produk atensi wisata yang ada di Kota Jayapura untuk kami promosikan,” ucapnya.

Benhur juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian bagi pemerintah Kota Jayapura untuk memeriahkan festval ini. “Bagi wisatawan lokal maupun asing, mari sama-sama datang ke acara Festival Teluk Humboldt,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Mathias Benoni Mano juga menyampaikan makna dari ‘Beat of Culture’ atau ‘Harmoni Budaya’ yang diusung dalam Festival Teluk Humboldt ke-10 kal ini.

“Artinya, kami seirama dalam membangun Kota Jayapura, sesuai dengan motto pemerintah Kota Jayapura, yakni Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased, yang artinya, satu hati membangun kota untuk kemuliaan Tuhan,” jelas Mathias.(NUH/KUMPARAN)

LEAVE A REPLY