Garap Pariwisata, Bupati Dadang Wigiarto Lantik HPI Situbondo

0
181

ARCHIPELAGO – Panarukan adalah Poros jalan Utama dari Anyer di Banten hingga Kota Panarukan di Jawa Timur, dibangun pada masa Gubernur jendral Daendels (1808 – 1811). Sehingga nama poros ini juga dikenal sebagai Jalan Daendels. Poros jalan ini sangat terkenal, karena proyek ambisius sepanjang 1000 km merupakan proyek infrastruktur jalan terpanjang yang banyak menelan korban jiwa.

Adanya jalan ini, membuat Panarukan menjadi pusat lalu lintas perdagangan. Namun nama Panarukan dewasa ini kurang popular semenjak berganti nama menjadi Situbondo pada tahun 1972 pada masa Bupati Ahmad Tahir, meski masih banyak yang menggunakannya untuk sebuah branding.

Situbondo di sebelah utaranya berbatasan dengan selat Madura ini bertetangga dengan 3 Kabupaten yang berada di Selatan dan Baratnya yaitu kabupaten Bondowoso, Banyuwangi dan Probolinggo.

Posisi Strategis Situbondo dan banyaknya Daya tarik wisata yang dipunyai, harus dipromosikan Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Dinas Pariwisata guna menarik banyak wisatawan berkunjung ke Situbondo yang dikenal juga sebagai Bumi Sholawat Nariyah.

Bekol Savanah, salah satu daya tarik alam Situbondo.

Memiliki Potensi wisata yang tidak kalah menariknya dengan potensi wisata kabupaten sebelahnya, maka keberadaaan Pramuwisata di Situbondo sebagai Ujung Tombak Pariwisata mempunyai peran yang tidak kalah penting dengan stakeholder lainnya.

Oleh karenanya, Bupati Situbondo pada 31 Oktober 2018 menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia Situbondo (DPC HPI Situbondo) periode 2018-2023 yang dilakukan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Jawa Timur (DPD HPI Jatim), Nazarudin Prihandono.

Hari Surjanto, Ketua DPC HPI Situbondo berharap kemampuan pramuwisata Situbondo bisa terus ditingkatkan dengan pengayaan materi melalui famtrip ke objek Wisata yang ada di Situbondo dan mengikuti pelatihan-pelatihan kepariwisataan. Dan DPC HPI Situbondo akan membangun kerjasama dengan Dinas Pariwisata, Asosiasi terkait, Pelaku pariwisata dan BPPD Situbondo untuk kemajuan Pariwisata Situbondo.

Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto sempat menyinggung bahwa Pramuwisata Situbondo jangan melupakan kearifan Lokal dan keragaman budaya Situbondo saat mempromosikan Daya tarik wisata yang ada , seperti wisata alam pantai yang mempunyai bentangan hingga 150 Km atau situs sejarah Dewi Rengganis yang ada Puncak Gunung Argopuro.

Serta Mengharap pula agar Pramuwisata Situbondo mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang ekowisata dan spesies langka yang ada di Destinasi Ekowisata Kampung Blekok dan Taman nasional Baluran. Termasuk juga wisata alamnya. Lebih lanjut Bupati juga menyampaikan bahwa Situbondo akan mengembangkan wisata Religi, dikarenakan banyaknya Pondok Pesantren Ternama di Situbondo yang mempunyai ribuan santri.(MOKO/*)

LEAVE A REPLY