Garuda Wisnu Kencana, Landmark Baru Pariwisata Bali Dilaunching

0
111

 

ARCHIPELAGO – Setelah melalui perjalanan panjang selama 28 tahun, akhirnya tahun 2018 Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) rampung dikerjakan dan secara resmi menjadi ikon baru milik Bali sejak diluncurkan, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Patung yang diklaim terbesar dan tertinggi di dunia ini pun ternyata memiliki lika-liku yang cukup unik hingga akhirnya masyarakat Bali khususnya dan dunia pada umumnya bisa menikmati keindahan Patung Dewa Wisnu yang tengah menunggangi burung garuda ini.

Nyoman Nuarta dalam sesi jumpa pers, mengatakan, karyanya itu adalah hadiah untuk Indonesia di hari jadinya yang ke 73. “Saat memulai ini ada yang memberi dukungan tapi ada yang membuat demonstrasi penolakan,”katanya yang didampingi oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika dengan Gede Pitana Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.’

Monumen Garuda Wishnu Kencana di Bali yang terlihat kokoh.

Proyeksi GWK sendiri mengalami 5 kali perubahan besar hingga akhirnya bentuk terakhir seperti saat ini. GWK berdiri di atas Bukit Unggasan, Jimbaran, Badung berdiri megah setinggi 212 meter atau setara dengan 271 meter di atas permukaan laut dan patung ini bisa dilihat dari berbagi penjuru.

Proyek yang dimulai pada massa pemerintahan Presiden Soeharto ini pun sempat tertunda pada tahun 1998 dimana Indonesia tengah dilanda krisis moneter dan kembali dilanjutkan pembangunannya ditahun 2002 ketika PT. Alam Sutera tbk menggelontorkan dana untuk melanjutkan mega proyek itu.

Gubernur Bali Made mangku Pastika bangga dengan rampungnya Patung Garuda Wisnu Kencana di akhir massa jabatannya. “Meski saya telah usai mengabdi sebagai gubernur, namun jiwa dan raga saya tetap disini,”ucapnya.

Penantian Monumen Garuda Wishnu Kencana berakhir dan sudah terwujud.

Sebagai bentuk rasa syukur atas rampungnya Patung Garuda Wisnu Kencana, sebuah acara syukuran pun digelar melalui acara yang diberi tajuk “Swadharma Ning Pertiwi”, Sabtu 4 Agustus 2018.

Perhelatan akbar itu pun melibatkan banyak seniman dan artis mulai dari Wawan Sofyan, Tri Utami, Gus Teja (Musisi Etnik), Rubi Roesli (Seniman Instalasi) hingga Gung Rama (Penari).(NUH/KANALBALI)

LEAVE A REPLY