Kamping di Negeri di Atas Awan? Coba ke Ipukan Star Camp Kuningan

0
572

ARCHIPELAGO – Biasanya sebelum berkemah Anda membutuhkan persiapan matang. Peralatan dan perbekalan harus disiapkan jauh hari apalagi saat musim hujan.

Star Camp Bumi Perkemahan (Buper) Ipukan Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, yang dibuka sejak Juli 2017 hadir dengan konsep berbeda. Berada di ketinggian 1.200 di atas permukaan laut (mdpl) membuat kawasan Star Camp Ipukan seringkali diselimuti kabut, seolah berada di sebuah negeri di atas awan.

Menurut Yusa Saeful Arasy, pengelola Star Camp Ipukan, di Buper Ipukan Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, lokasi kamping itu memiliki kharakteristik khas. Antara lain:

1. Menawarkan Kamping Mewah

Berlokasi persis di kaki Gunung Ciremai, Star Camp Ipukan menawarkan kamping mewah. Pengunjung cukup menyewa tenda seharga Rp 400 ribu – Rp 600 ribu. “Itu sudah termasuk susu murni dan roti panggang yang diberikan pagi,” kata Yusa Saeful Arasy.

Selain itu, pengunjung juga mendapat satu ikat kayu untuk api unggun. Tempat untuk membuat api unggun juga telah disediakan di depan tenda itu.

Tenda berbentuk dome itu berukuran besar dan mampu menampung hingga enam orang. Bahkan, setiap tenda sudah dilengkapi kasur, bantal, selimut, dan lemari.

Pengunjung juga tidak usah mengkhawatirkan ponselnya kehabisan daya baterai karena di setiap tenda ada colokan listrik.

2. Kamping 3 Minggu untuk Mencari Spot Terbaik

Sebelum menentukan lokasi para pengelola Star Camp Ipukan berkemah di kawasan Buper Ipukan berada di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Mereka berpindah dari satu titik ke titik lainnya untuk mencari spot terbaik. Setelah kamping selama 3 minggu mereka merasa lokasi yang sekarang merupakan titik terbaik untuk Star Camp Ipukan.

Star Camp Ipukan berada persis di bawah areal parkir kendaraan pengunjung Buper Ipukan.

Menurut Yusa, lokasi tersebut dinilai titik terbaik untuk melihat berbagai pemandangan. Dari mulai matahari terbit, langit malam hari, hamparan sawah dan hutan, serta kerlap-kerlip lampu pemukiman penduduk.

Selain itu, di sebelah utara terdapat Lembah Cilengkrang yang dikenal sebagai habitat satwa penghuni Gunung Ciremai seperti Elang Jawa. Sementara di sebelah timur bisa melihat pemandangan hamparan sawah dan pemukiman penduduk hingga laut Cirebon.  Jika beruntung pengunjung bisa melihat Elang Jawa terbang di antara pepohonan.

3. Desain Toilet Unik

Toilet di Star Camp Ipukan juga didesain unik. Biasanya toilet dibangun tertutup, di Star Camp Ipukan sengaja dibangun toilet yang satu sisinya terbuka.

“Sengaja dibuat seperti itu untuk memberikan sensasi mandi atau buang air di alam terbuka,” kata Yusa Saeful Arasy. Ada tiga bilik toilet setinggi kira-kira 2 meter berjejer di satu sudut Star Camp Ipukan. Toilet itu berdinding kayu dan atapnya terbuat dari tumpukan jerami kering.

Satu sisi toilet yang menghadap ke Bukit Cilengkrang hanya dipasangi tembok kayu setinggi kira-kira 1 meter. Bentuknya mirip jendela besar dan menghadap langsung ke arah Bukit Cilengkrang. Di toilet itu terdapat kloset duduk dan shower.

Ada rak kecil untuk menyimpan peralatan mandi dan gantungan baju yang terdapat di balik pintu toilet. Toilet itupun sangat nyaman, bersih, dan wangi.

4. Keberadaan Katak Merah

Berada di ketinggian 1.200 mdpl, kawasan Buper Ipukan rupanya menjadi habitat bagi beberapa satwa endemik Pulau Jawa, di antaranya ialah katak merah yang bernama latin Leptophryne Cruentata.

Katak merah itu biasanya ditemukan di sekitar Curug Cisurian. Kira-kira 500 meter dari lokasi kamping. Hewan amfibi itu menempel di sela bebatuan dekat Curug Cisurian.

Mereka memang menyukai daerah dekat air yang mengalir deras di ketinggian antara 1.000–2.000 mdpl. Keberadaan katak merah merupakan tanda lingkungan sekitarnya masih asri. “Katak merah hanya hidup di lingkungan yang oksigennya masih murni,” ujar Yusa Saeful Arasy. Ia bersyukur katak merah masih bisa ditemukan di sekitar Curug Cisurian meski jumlahnya tak banyak.(NUH/TRIBUNNEWS)

LEAVE A REPLY