Karang Dijadikan Bahan Bangunan di Pulau Suwarnadwipa, Menteri Susi Geram!

0
24

BERITANUSA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti geram mendengar kabar terkait pengambilan karang oleh pengelola Pulau Suwarnadwipa, Kota Padang, Sumbar, untuk dijadikan bahan pembangunan cottage (penginapan-red). Terakhir, Menteri Susi marah besar saat terumbu karang di Raja Ampat, Papua, dirusak kapal asing.

Menurut Menteri Susi, tidak boleh ada orang untuk mengambil karang, lalu dijadikan bahan bangunan. “Tidak boleh (ada karang yang diambil untuk dijadikan bahan bangunan). Tidak boleh,” katanya geram.

Walau karang yang diambil sudah mati, sesuai dalih Manager Suwarnadwipa Musriadi, tindakan tersebut tetap dilarang. “Setahu saya tidak boleh. Tidak boleh,” kata Menteri Susi yang terkenal galak kepada perusak laut dan penangkap ikan secara illegal. Terakhir, menteri nyentrik ini marah besar ketika kapal Bahama, Caledonian Sky merusak karang di kawasan Raja Ampat, Papua.

Dinas Kelautan Sumbar sudah menyimpulkan dugaan kerusakan dan pengambilan batu karang di Suwarnadwipa. Penyelidikan yang dilakukan juga melibatkan orang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Kini sadang proses penyelidikan oleh Penyidik Pegawai Sipil Negara (PPNS) Dinas Kelautan,” terang Kepala Dinas Kelautan Sumbar, Yosmeri.

Jika terbukti mengambil karang dan merusak lingkungan, pengelola Pulau Suwrnadwipa bisa dijerat melanggar Pasal 98 UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman hukuman berkisar lima tahun penjara. “Pokoknya sedang kita telusuri kronologis kejadiannya dengan utuh,” sebut Yosmeri.

Pengelola Pulau Suwarnadwipa diduga mengambil batu karang, untuk dijadikan bahan pembangunan cottage (penginapan-red). Ketika dikonfirmasi, Manager Suwarnadwipa, Edi, membenarkan adanya pengambilan karang itu. Namun, katanya, karang yang diambil sudah mati, bukan hidup. “Memang ada karang yang digunakan untuk membangun cottage, tapi bukan karang hidup. Karang yang diambil sudah mati,” ungkap Edi, saat ditemui di Karambia Kafe, Padang, beberapa hari yang lalu.

Edi juga membenarkan adanya penyidikan yang dilakukan oleh Dinas Kelautan Sumbar. Petugas pernah mendatangi pulau dan mengambil sampel karang yang dijadikan bangunan tersebut. “Memang ada petugas yang datang dan mengambil sampel karang mati yang diambil untuk pembangunan itu. Katanya untuk uji labor,” ucap Edi.

Dijelaskan Edi, pihaknya tidak akan mungkin mengambil karang hidup, karena selain berbenturan dengan hukum, mereka juga konsisten menjaga terumbu karang. Katanya, owner Suwarnadwipa yang bernama Hendri Long sangat mencintai lingkungan. “Owner kami sangat mencintai lingkungan, tidak mungkin mengambil karang hidup. Dia saja susah payah menjaga agar terumbu karang tetap asri,” tutur Edi.

Suwarnadwipa Beach dan Resort adalah sebuah objek wisata laut yang terletak di pesisir sebelah selatan Kota Padang, bagian barat pantai Sumatera. Untuk sampai ke Suwarnadwipa pengunjung harus menggunakan boat naik dari dermaga yang terletak di Bungus jalan Padang-Painan Kilometer 20. Pulau ini populer dan ramai dikunjungi.(BUDI/HALUAN)

LEAVE A REPLY