Kebakaran Gili Lawa, Menpar: Kreativitas, Jangan Rusak Alam!

0
111

 

ARCHIPELAGO – Mata Indonesia kini tengah menyoroti salah satu surga kebanggaan negeri ini, yaitu Gili Lawa. Pulau tak berpenghuni itu pada Rabu (1/8) terbakar.

Pemicunya diduga karena kelalaian dari kelompok tim foto prewedding. Alhasil, lahan seluas hampir 10 hektare habis dilahap si jago merah.

Panorama Gili Lawa yang mempesona.

Sangat disesalkan kebakaran ini terjadi di kawasan destinasi prioritas New Bali atau Bali Baru. Ya, Kawasan Taman Nasional Komodo masuk dalam 10 New Bali yang diharapkan bisa menyamakan Pulau Dewata.

Hamparan pemandangan dari puncak Gili Lawa begitu apik. Di atas puncak akan terlihat barisan bukit yang seolah membelah laut. Belum lagi, selama kaki melangkah akan ditemani dengan padang savana yang luas, lengkap dengan rerumputan berwarna cokelat. Apabila Anda beruntung, rusa yang hidup di sana juga akan menampakkan dirinya.

Akibat ulah foto untuk Pre-wedding yang menggunakan efek api , Gili Lawa Terbakar

Ya, kebakaran yang terjadi di Gili Lawa ini tentu membuat banyak pihak geram dan kecewa. Termasuk Menteri Pariwisata, Arief Yahya yang turut prihatin dengan hal tersebut.

Menteri berusia 57 tahun itu juga mengimbau kepada semua pihak terutama Tour Agent/Tour Operator untuk lebih disiplin saat memandu wisatawan.

“Ikuti aturan main, di destinasi apapun, baik alam, budaya maupun buatan. Begitu pun para wisatawannya, hormati aturan-aturan yang ada di destinasi wisata. Beritahu dan sosialisasikan kepada mereka sebelum berwisata,” ucapnya seperti dikutip dari akun Facebook resmi Kementerian Pariwisata.

Lanskap Gili Lawa nan cantik, sayang kalau rusak gara-gara ulah orang tak bertanggung jawab.

Dengan pesona yang begitu memukau, tak heran mampu menarik perhatian banyak orang, termasuk tim foto prewedding. Tim foto itu diduga menggunakan efek api saat mengambil gambar, yang akhirnya membakar padang savana di Gili Lawa.

Menpar mengimbau wisatawan jangan mengorbankan alam demi kreatifitas. Namun juga wajib untuk menjaga dan melestarikan destinasi wisata untuk mewujudkan sustainable tourism.

“Kreatifitas itu boleh, tetapi jangan sampai membahayakan keamanan, keselamatan, dan objek daya tarik wisatanya sendiri. Mari kita jaga bersama destinasi wisata kita, apalagi di daerah konservasi, agar sustainable tourism,” pungkasnya.(NUH/KUMPARAN)

LEAVE A REPLY