Keindahan Pantai Lempuyang Situbondo

0
387

ARCHIPELAGO – Situbondo mempunyai garis pantai sepanjang 150 Km yang terbentang dari Kecamatan Besuki di Barat yang berbatasan dengan Kab. Probolinggo hingga Kecamatan Banyuputih di Timur yang berbatasan dengan Kab. Banyuwangi. Dengan Garis pantai sepanjang itu, Situbondo mempunyai lebih dari 30 Pantai, mulai dari Pantai Tampora, Pantai Dubbir, Pantai Pasir Putih, Pantai Karang Mayit, Pantai Banongan disebelah Barat hingga Pantai Lempuyang, Pantai balanan, Pantai Pandean di sebelah Timur.

Karena demikian banyaknya Pantai di Situbondo, maka Minggu (17/2) beberapa anggota DPC HPI Situbondo dan friends beserta ketuanya, Hary Soeryanto, bersama-sama dengan komunitas pariwisata lainnya (MTMA, Jelajah Jatim), sejumlah 11 orang mengadakan Trip susur Pantai Utara Situbondo.

Pelabuhan Kalbut Situbondo

Dimulai dari Pelabuhan Kalbut, sebagai rangkaian event Funtastic Night Run (16/2), untuk ikut mensukseskan tahun Kunjungan Wisata Situbondo 2019 dengan berbagi cerita dan instagram kepada masyarakat luas sekembalinya dari Trip.

Trip Susur Pantai Utara ini di Fasilitasi Kadishub Tulus Priatmadji, dengan menyediakan Kapal Cepat Baharia 444. Kapal cepat ini masih baru. Dibuat di Galangan Banyuwangi untuk kapal wisata laut dan diserahterimakan pada akhir 2018.

Kabin penumpang kapal cepat

Laila, salah seorang Crew dari Baharia, menjelaskan bahwa jumlah crew Baharia 444 ada 8 orang, yang terdiri dari 2 orang Nahkoda, 3 orang juru mesin, 2 orang awak dan 1 orang operasional (administrasi ).

Kapal cepat baharia dilengkapi dengan 2 Ruang Penumpang , yaitu Ruang penumpang didalam, yang berisi 9 seat penumpang dan 1 seat untuk Nahkoda, dan Ruang penumpang luar yang berisi 11 seat penumpang. Ruang penumpang dalam ber AC sedangkan yang diluar tidak ber AC. Toilet hanya satu berada di ruang dalam. Kapal ini juga dilengkapi dengan GPS, sehingga mengetahui kedalaman laut dan ada tidaknya karang di pingir pantai.

Pasukan Hore Pemuda Situbondo

Keindahan pantai dan lekukan pegunungan Situbondo menjadi panorama tersendiri yang mempesona bagi siapapun yang melihatnya dari atas kapal cepat Baharia. Dengan kecepatan rata-rata 20 knots, perjalanan dari kalbut hingga Pantai lempuyang ditempuh dalam waktu 2 jam. Cuaca yang cerah dan ombak yang bersahabat membuat suasana perjalanan sangat berkesan. Sehingga rombongan trip tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan keindahan Pantai Trisik , Pantai Air Karang yang dilewati saat menuju Pantai Lempuyang.

Banyaknya karang di Pantai Air karang (Karangan), menyebabkan kapal tidak bisa medekati pantai sehingga langsung menuju Pantai lempuyang.

2 jam berada di Kapal Cepat Baharia, akhirnya terbayar setelah nahkoda memberi tahukan bahwa kapal tidak bisa merapat terlalu dekat ke Pantai Lempuyangan. Sehingga harus berbasah-basah untuk bisa menjejakkan kaki di Pantai Lempuyang.

Ekspresi bahagia sepanjang perjalanan

Pantai Lempuyang mempunyai pasir yang tidak begitu putih. Masih asli, banyak kapal nelayan yang parkir. Tapi jika ke Timur lagi maka akan menemui pantai yang berpasir putih, yaitu Pantai Lempuyang Dua. Pemandangan Sekitar Pantai Lempuyang akan lebih Indah jika dilihat dari bukit Lempuyang yang berada diantara Pantai Lempuyang dan Pantai Lempuyang Dua.

Tanpa membuang waktu Rombongan menyusuri Pantai Lempuyang untuk melihat keindahan alam Lempuyang yang dihuni oleh 20 KK, dan memotret panorama yang ada.

Untuk menuju Bukit Lempuyang, perlu sedikit keluar keringat, karena perjalanan siang hari dan jalan menanjak kurang lebih 200m. Namun keringat yang mengalir deras, tergantikan oleh pemandangan yang mempesona setibanya di bukit Lempuyang. Dari ketinggian tampak bahwa Teluk barat berkesan kepulauan dan Teluk timur adalah tempat untuk snorkeling. Jika membalikkan badan maka terlihat hamparan pegunungan yang menakjubkan.

Gunung Baluran Terlihat dalam Perjalanan ke Pantai lempuyang

Tampak Bebatuan Brexit di Bukit Lempuyang yang berasal dari letusan Gunung Baluran, yang umurnya lebih tua dari gunung Ijen

Tengkorak kepala sapi menggambarkan bahwa Di Lempuyang juga banyak yang beternak sapi hingga jumlahnya ribuan, sebagaimana yang di Merak dan Karang Tekok. Sehingga Tengkorak sapi ditancapkan di papan nama Bukit Lempuyang sebagai icon. Dan Iring-iringan ribuan sapi di pagi dan Sore hari, layaknya yang ada di Thailand.

Papan nama bukit lempuyang. diatasnya terdapat tengkorak kepala sapi

Pada hari kamis di Pelabuhan Kalbut , bisa dilihat ada sapi dan kambing berenang. Karena sapi atau kambingnya harus berenang agar bisa sampai pelabuhan Kalbut setelah diturunkan dari kapal pengangkut. Atraksi sapi berenang bisa menjadi daya tarik.

Selama berada di Pantai Lempuyang , rombongan Trip sempat berinteraksi dengan warga. Diperoleh informasi bahwa nama Gunung Pandhire berasal dari kata Bendera. Dimana ada menara di gunung itu yang dipasangi bendera Jepang.

Rombongan Trip Susur Pantai Utara , tidak sampai menunggu terbenamnya matahari, karena perjalanan balik menuju Pantai Kalbut masih membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Namun Pesona keindahan Pantai Lempuyang dari Bukit Lempuyang, merupakan oleh-oleh yang tak terlupa. Meski tidak sempat berenang dan snorkeling karena terbatasnya waktu. Jika ingin lebih lama menikmati Pantai Lempuyang, sebaiknya berangkat lebih pagi.(Moko/Hary)

ENGLISH VERSION:

A interesting Panorama from lempuyang Hill

The beauty of Lempuyang Beach Situbondo

ARCHIPELAGO – Situbondo has a 150 km coastline that stretches from Besuki District in the West which borders on Kab. Probolinggo to Banyuputih District in the East which borders the Regency. Banyuwangi. With that long coastline, Situbondo has more than 30 beaches, starting from Tampora Beach, Dubbir Beach, White Sand Beach, Karang Mayit Beach, Banongan Beach on the West to Lempuyang Beach, Balanan Beach, Pandean Beach in the East.

Because of the large number of beaches in Situbondo, on Sunday (17/2) several HPI DPC members Situbondo and friends and their chairman, Hary Soeryanto, together with other tourism communities (MTMA, Explore East Java), 11 people held the North Coast Situruran Trip. .

interaction to the society of Lempuyangan island

Starting from Kalbut Port, as a series of Funtastic Night Run events (16/2), to participate in the success of the 2019 Situbondo Tourism Visit by sharing stories and instagram to the wider community upon returning from Trip.

The Susur North Beach Trip was facilitated by Kadishub Tulus Priatmadji, by providing the Baharia Fast Ship 444. The speedboat is still new. Made in Banyuwangi Shipyard for marine tourism vessels and handed over at the end of 2018.

Laila, one of the Crew from Baharia, explained that the number of Baharia 444 crew was 8 people, consisting of 2 Masters, 3 mechanics, 2 crew members and 1 operational (administrative) person.

The uniqueness of Lempuyang hill in Situbondo

The baharia fast ship is equipped with 2 Passenger Rooms, namely the passenger room inside, which contains 9 passenger seats and 1 seat for the Master, and the outside passenger room which contains 11 passenger seats. The passenger room is air conditioned while the outside is not air conditioned. Only one toilet is in the inner room. This ship is also equipped with GPS, so that it knows the depth of the sea and the presence of corals on the beach.

The beauty of the beach and the curvature of the mountains of Situbondo is a breathtaking panorama for anyone who sees it from above the fast boat Baharia. With an average speed of 20 knots, the journey from Kalbut to Pantai lempuyang is taken within 2 hours. Sunny weather and friendly waves make the atmosphere of the trip very memorable. So that the trip group did not miss the opportunity to capture the beauty of Trisik Beach, Air Karang Beach which was passed while heading to Lempuyang Beach.
The number of corals on the beach of Coral Water (Karangan), causes the ship to be unable to approach the coast so that it directly goes to the coast of lempuyang.

2 hours on the Baharia Fast Ship, finally paid off after the captain gave notice that the ship could not dock too close to Lempuyangan Beach. So it must be wet to be able to set foot on Lempuyang Beach.

The Brexit stones on lempuyangan hill from the eruption onf Baluran Mountain

Lempuyang Beach has less white sand. Still authentic, many fishing boats are parked. But if you go to the East again, you will find a white sand beach, namely Lempuyang Dua Beach. The scenery around Lempuyang Beach will be more beautiful when seen from the Lempuyang hill which is located between Lempuyang Beach and Lempuyang Dua Beach.

Without wasting time, the group traveled along Lempuyang Beach to see the natural beauty of Lempuyang, which was inhabited by 20 families, and photographed the existing panorama.

o get to Bukit Lempuyang, you need to sweat a little, because the daytime trips and uphill roads are approximately 200m. But the sweat that flows profusely, is replaced by a breathtaking landscape upon arrival at Lempuyang hill. From the height it appears that the West Bay impresses the islands and the East Bay is a place for snorkeling. If you turn around, you can see an amazing stretch of mountains.

The appearance of Brexit rocks in Lempuyang Hill originating from the eruption of Baluran Mountain, which is older than Mount Ijen

Cow head skulls illustrate that there are also many in Lempuyang who raise cattle up to thousands, as in Merak and Karang Tekok. So that the skull of a cow is plugged into the name board of Bukit Lempuyang as an icon. And a convoy of thousands of cows in the morning and evening, like those in Thailand.

On Thursday at Kalbut Harbor, you can see cows and goats swimming. Because the cow or goat has to swim to get to the port of Kalbut after being taken down from the transport vessel. The attraction of swimming cows can be an attraction.

Going home to Kalbut Port Situbondo

While on Lempuyang Beach, Trip’s group had time to interact with residents. Information is obtained that the name Mount Pandhire comes from the word Bendera. Where there is a tower on the mountain that has a Japanese flag attached.

The Susur North Coast Trip group, not to wait for the sunset, because the journey back to Kalbut Beach still takes about 2 hours. But the charm of the beauty of Lempuyang Beach from Lempuyang Hill is a souvenir that is not forgotten. Although not having time to swim and snorkel due to limited time. If you want to enjoy Lempuyang Beach longer, you should leave early. (Moko / Hary)

LEAVE A REPLY