Konservasi Penyu Warga Yeh Gangga Tabanan Bali

0
8

 

ARCHIPELAGO – Sejak 2014 di Banjar (dusun-red) Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan telah dibentuk kelompok masyarakat untuk melakukan konservasi penyu. Pantai yang berpasir hitam di banjar ini memang dikenal sebagai salah satu habitat bertelur penyu di Bali.

Pada Minggu, 8 Juli, puluhan masyarakat melakukan pelepasan tukik dirangkai dengan kegiatan membersihkan pantai. “Kegiatan ini spontan, berawal dari keinginan anak-anak surfing, Gangga Surf Community, untuk membersihkan pantai,” kata kelihan Dinas Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, I Ketut Pindo.

Pada siang itu, Pindo melepaskan 75 ekor tukik. Ia menyebutkan, saat ini ada sekitar 300 tukik yang ada di penangkaran dan akan dilepaskan ketika ada kegiatan di pantai Yeh Gangga.

“Hal ini untuk mengembangkan potensi pantai, terutama untuk menarik wisatawan asing, karena mereka sangat senang demgan kegiatan konservasi alam,” ujarnya.

Saat warga Banjar Yeh Gangga sudah memiliki kesadaran terkait penyelamatan penyu. Hal itu ditandai dengan penyerahan telur-telur penyu yang ditemukan kepada kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) konservasi penyu.

“Jika ada uang saya kasih, jika tidak akan ditunda. Pemberian uang sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat. Nominalnya tidak tetap,” terangnya.

Pindo berencana akan mengenalkan tukik dan konservasi penyu ke anak-anak. Hal ini agar mereka memahami dan pada masa depan ikut menjaga kelestarian penyu yang kini semakin langka, namun semakin banyak diburu. “Mungkin kami mulai dengan anak-anak sekolah dasar,” paparnya.

Untuk musim bertelur, di pantai Yeh Gangga sering dijumpai penyu bertelur mulai bulan April. Setiap sarang telur bisa didapati telur mulai 40 hingga 100 butir telur. Pindo menyebut, menurut penelitian dari 100 ekor tukik yang kembali ke laut hanya satu ekor yang bisa bertahan hidup sampai dewasa.

“Itu pada kondisi alami, karena sejak telur, penyu sudah menghadapi predator. Makanya dengan konservasi kami berharap dapat meningkatkan populasi penyu,” terangnya.(NUH/KANAL BALI)

LEAVE A REPLY