Menyusur Jejak Suku Bangsa Austronesia & Patung Purba di Sulawesi Tengah Bag. 2

0
137
Patung Purba Tertinggi di Asia

ARCHIPELAGOMisteri Lenyapnya Manusia Purba di Lembah Bada Masih Misterius

Walaupun masih pagi dan serasa masih kepingin tidur namun tantangan menarik yang dijadwalkan panitia Famtrip Ekscotic Poso Land yang di akomodir oleh Dinas Pariwisata Provinsi untuk mengunjungi lokasi yang pernah didiami oleh manusia purba di Lembah Bada Kabupaten Poso, membuat seluruh rasa itu buyar dan tergantikan oleh semangat ingin segera sampai ke tempat tersebut.
Berbekal kamera dan air mineral serta makanan ringan seadanya, usai sarapan di resto pantai Siuri Cottage awal hari Sabtu 6 Juli 2019 sekitar pukul 8 pagi tadi, para peserta tour akhirnya bertolak ke lembah Bada yang juga dikenal dengan sebutan negeri 1001 megalitik di Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Karena waktu yang sangat sempit sehingga target kunjungan kali ini hanya terfokus pada 3 megalitik saja, yakni Patung Langke Bulawa yang ada di Desa Bomba, Patung Loga di Desa Pada Kecamatan Lore Selatan, termasuk patung purba tertinggi di Asia seukuran hampir 4 meter bernama Palindo yang terletak di padang Sepe Desa Badangkaia Kecamatan Lore Barat.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam melewati hutan tropis dan membedah pegunungan berketinggian kurang lebih 1.800 mdpl para pesertapun akhirnya tiba dan langsung mengunjungi ketiga patung yang sebelumnya ditargetkan tersebut. Seperti megalitik – megalitik lain yang tersebar di wilayah tetangganya (Napu dan Besoa). Patung-patung yang ada di lembah Bada inipun juga di buat oleh ras bangsa Austronesia yang diperkirakan sudah berusia diantara 2.500 hingga 5.000 tahun. “Dari keterangan para ahli pembuat patung-patung ini berasal dari Austronesia sementara usia patung-patung ini diperkirakan antara 2.500 hingga 5.000 tahun,” jelas tour guide Kasman Zaenal Abidin disela-sela kesibukannya melakukan pemanduan dan penjelasan kepada tim Famtrip Escotic Poso Land pagi tadi.

Sementara 4 pendamping tim dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Herni Herawati, Elly M Barmo, Sawitri, Yidhi Pandawa yang akrab di sapa Erni, Elly, Wiwi dan Yudhi yang ikut selama kegiatan berlangsung, dan dikawal langsung oleh Kabid Promosi Dinas Pariwisata Sulteng Nurhalis Lauselang, berharap agar kegiatan kunjungan Famtrip ke negeri 1001 megalitik kali ini mampu menciptakan ide dan gagasan bagi semua peserta untuk ikut berpartisipasi memperkenalkan dan menjualnya dalam bentuk paket ke wisatawan mancanegara khususnya. “Harapan kami kegiatan ini bisa berlanjut hingga ke tingkat promosi dan penjualan paket khususnya ke wisatawan mancanegara,” ungkap ke empat pendamping itu seragam. (Dedy T)

LEAVE A REPLY