Museum KH. Hasyim Asy’Ari Perkaya Wisata Jombang

0
154

ARCHIPELAGO – Melakukan perjalanan wisata Ke Kabupaten Jombang, oleh kebanyakan orang disebut sebagai perjalanan wisata religi . Hal ini bisa dikatakan ada benarnya, karena di Jombang terdapat Makam KH. Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan dan makam Kiai terkenal, yaitu makam KH Hasyim Asy’ari, makam KH. Wahid Hasyim, makam KH. Wahab Hasbullah dan lainnya. Selain dari itu di Jombang banyak Pondok Pesantren ternama. Sehingga Jombang juga dikenal dan mendapat julukan sebagai kota Santri.

Salah satu dari Pondok Pesantren Ternama dan terbesar di Jombang adalah Pondok Pesantren Tebu Ireng. Pondok Pesantren Tebu Ireng yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 26 Rabiul Awal 1317 H atau 3 Agustus 1899, ini berawal dari sebuah bangunan yang didirikan di depan Pabrik Gula Cukir, Jombang. Rumah yang Terbuat dari anyaman bambu berukuran 6mx 8m, yang terbagi atas 2 ruang saja, yaitu 1 ruang dipergunakan untuk rumah tinggal KH.Hasyim Asy’ari beserta istri beliau, Khodijah dan 1 ruang lain dipergunakan untuk musholah dan mengaji bagi para santrinya yang berjumlah 8 orang.

Museum Islam Nasional KH. Hasyim Asy’ari tampak dari belakang.

Kharismatik KH. Hasyim Asy’ari yang bergelar Hadratussyekh sejak mukim di Mekah, menyatukan KH. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri dan Kiai-Kiai terkemuka Dari Pondok Pesantren Di Jawa mendirikan Nahdatul Ulama pada tahun 1926.

Selasa siang , 18 Desember 2018 , Jalan Irian jaya Jombang , dimana Pondok Pesantren Tebu Ireng berada , dipadati oleh mobil-mobil Pengawal dan aparat keamanan terkait . Presiden RI Joko Widodo, pada hari itu mempunyai agenda meresmikan Museum KH. Hasyim Asy’ari yang terletak di sebelah barat Ponpes Tebu Ireng.

Museum yang pendiriannya diusulkan Gus sholah (KH. Salahuddin Wahid – cucu KH. Hasyim Asy’ari – pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng) kepada Menteri Agung Laksono , saat itu , akhirnya terwujud.

JOKOWI MERESMIKAN MUSEUM ISLAM INDONESIA

Dalam sambutannya, Gus Sholah menyampaikan latar belakang didirikan museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari, adalah agar generasi penerus mengetahui bahwa Islam masuk Ke Indonesia dengan cara damai tanpa dukungan militer, politik, yaitu menyampaikan Islam dengan cara yang baik, berdakwah melalui medium budaya setempat, seperti gurindam, syair, wayang dan lain- lain. Museum Islam Indonesia berfungsi sebagai salah satu pusat informasi tentang perkembangan agama Islam di Indonesia, tentang sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan informasi tentang peran santri.
Kiai dan Ulama dalam merebut kemerdekaan dan membangun Indonesia.
Sementara itu. Presiden Joko Widodo. Pada acara peresmian museum Islam Indonsia, yang juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Kapolri, Menteri Agama, Menteri Sekretaris Kabinet, Bupati Jombang, dan lain-lain, mengingatkan agar menjaga Indonesia yang sudah diperjuangkan oleh para pejuang , pahlawan termasuk para ulama

Museum KH. Hasyim Asy’ari dirancang oleh Ir. Sugeng Gunadi . Arsitek ITB yang merupakan senior dari KH. Salahuddn Wahid .Museum Ini rencananya akan dibuka untuk umum bulan januari 2019, demikian disampaikan oleh Halim Mahfudz atau yang dikenal dengan Gus Iim .

GUS IM BERSAMA SALAH SATU TAMU UNDANGAN PERESMIAN MUSEUM

“Koleksi Museum terkait dengan Islam di Indonesia, terutama sejarah masuk dan penyebaran Islam di Indonesia” Imbuh Gus Iim , pimpinan Museum KH. Hasyim Asy’ari yang terletak hanya 200 m dari Makam Gus Dur.

Dibangun diatas lahan seluas 12.700 M2 dengan luas bangunan 4.934 M2. Museum KH. Hasyim Asy’ari ini akan di kelola oleh UPT Kemendikbud.(MOKO)

LEAVE A REPLY