Papua Punya Taman Laut Terbesar se-Indonesia

0
197

 

ARCHIPELAGO – Bukan Papua namanya jika tidak memiliki destinasi wisata yang patut diacungi jempol. Setelah Raja Ampat yang namanya tersohor hingga ke kancah internasional, Bumi Cendrawasih juga memiliki mutiara laut terbesar di Indonesia.

Taman nasional perairan laut terluas di negeri ini bernama Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC). Taman nasional ini terdiri dari daratan dan pesisir pantai seluas 12.400 hektare, daratan pulau-pulau seluas 55.800 hektare, dan perairan lautan seluas 1.385.300, yang meliputi terumbu karang seluas 80.000 hektare, serta laut seluas 1.305.300 hektare dengan panjang garis pantai kurang lebih 500 km.

Luasnya yang mencapai 1.453.500 hektare membuat taman laut di timur Indonesia itu berada di 5 wilayah dan 2 provinsi, yaitu di Kabupaten Teluk Wondana dan Kabupaten Manokwari yang berada di Provinsi Papua Barat. Serta Kabupaten Nabire, Kabupaten Yapen dan Kabupaten Waropen di Provinsi Papua.

Selain luas, tentunya TNTC dihuni oleh berbagai biota laut yang melimpah. Lebih dari 500 spesies terumbu karang dengan 14 spesies baru karang, serta lebih dari 950 spesies ikan karang ada di sini. TNTC juga menjadi habitat bagi hiu paus (Rhincodon typus), ikan duyung (dugong dugon), Napoleon wrasse, penyu, dan populasi predator yang relatif sehat seperti hiu.

Banyak populasi hiu di TNTC Papua

Tak hanya dihuni hewan laut yang beragam saja, TNTC pun memiliki struktur geologi yang unik dan sejarah oceanographic yang sangat penting. Bahkan mempunyai terumbu karang yang luas dengan kualitas terbaik di dunia.

Seperti yang dikutip dari WWF, survey yang dilakukan oleh ahli terumbu karang dunia pada 2006 lalu menyatakan jika ada lebih dari 500 jenis spesies terumbu karang dengan 14 spesies baru. Pulau Purup dan Selat Numamurang menjadi lokasi terbanyak ditemukannya keanekaragaman hayati yang pernah dicatat di seluruh dunia.

Sedikit menengok kebelakang, awalnya pada 3 Februari 1990 lokasi ini ditetapkan sebagai cagar alam laut. Satu bulan kemudian, tepatnya 6 Maret 1990 kawasan Cagar Alam Laut ini dinyatakan sebagai Taman Nasional Laut Cendrawasih. Hingga akhirnya, 12 tahun kemudian barulah ditetapkan sebagai Taman Nasional Teluk Cendrawasih.

Terletak di tepi Samudera Pasifik dan merupakan daerah antar lempeng Australia dan lempeng Samudera Pasifik, membuat pengunjung yang datang ke TNTC wajib untuk diving. Sebab mereka akan disapa oleh hiu paus.

Ikan terbesar di dunia itu biasanya akan berada di bawah bagan-bagan ikan nelayan untuk menyantap plankton. Wisatawan bisa bebas berenang selama 60 menit di dekatnya, namun dilarang untuk memotretnya dengan flash, apalagi menyentuhnya.(NUH/KUMPARAN)

LEAVE A REPLY