Goa Gong Terindah di Asia Tenggara

0
176

ARCHIPELAGO – Pacitan, sebuah kabupaten yang berada di barat daya Jawa timur, berbatasan langsung dengan kabupaten Trenggalek di Timur dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah ) di Barat Serta berbatasan dengan Kabupate Ponorogo di Utara dan Samudra Hindia di Selatan.

Secara geografis Pacitan mempunyai wilayah yang sebagian besar adalah Pegunungan kapur yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Kidul, sehingga kurang cocok untuk pertanian dan hasil pertanian utamanya adalah singkong, cengkeh dan kelapa.

Di Pacitan yang juga dikenal dengan kerajinan batu Akik, sudah ditemukan lebih dari 100 goa. sehingga tidak berlebihan jika Pacitan disebut dengan Kota 1001 Goa.

Goa-goa di Pacitan ini pada umumnya terbentuk dari jenis batuan Karst, batu yang tampak hitam dan sangat keras

Dari sekian banyak Goa yang ada di pacitan ,terdappat Beberapa Goa yang terkenal karena keindajhannya. Diantaranya Goa Gong . yang tekenal sebagai Goa terindah di Asia tenggara. Ada juga Goa Tabuhan, goa tempat Alibasya Sentot Prawirodirjo pernah melakukan semadi ini dikenal karena batu- batu yang ada jika dipukul-pukul akan mengeluarkan bunyi layaknya sebuah tabuhan. Dan Goa Luweng jaran yang di perkirakan merupakan Kompleks goa yang terluas di Asia Tenggara, serta Ada juga Goa Kalak, Goa ini dikenal sebagai goa pertapaan, bahkan Mantan Presiden Soeharto, konon pernah bersemedi di goa ini, Goa Putri (Konon batuan di dalam nya ada yang berbentuk putri, sehingga di namakan goa putri), Goa Dawung (Memiliki 7 sumber air di dalamnya).

Goa Gong adalah Goa yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Goa Gong terletak di dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan Jawa Timur, sekitar 140 km arah selatan kota Solo atau 37 km arah Barat Daya Kota Pacitan.

Goa Gong menembus perut bumi sejauh 256 m . Meski demikian suasana didalam Goa terlihat keindahannya karena diperindah dengan pencahayaan oleh lampu –lampu yang di pasang dibanyak tempat untuk penerangan dan meningkatkan pesona Goa. Di dalam Goa Gong terdapat beraneka bentuk Stalaktit (batuan yang menggantung di atap Goa, berbentuk Lancip .. mengarah kebawah ) dan Stalakmit (Batuan yang berada di dasar Goa, tegak berdiri, berbentuk lancip, mengarah ke atas).., sorotan lampu warna warni ke Stalaktit dan Stalagmit , merupakan daya tarik tersendiri, selain suara gemericik air yang mampu membuat perasaan rileks dan damai.


Ety Teguh Setiyawati , pramuwisata Goa Gong menjelaskan bahwa Goa gong yang ditemukan pada tahun 1924 oleh Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyorejo itu berawal dari keinginan dua orang kakek mencari air untuk minum dikarenakan pada saat itu Desa Bomo di landa kemarau panjang. Mereka memasuki Goa dengan menggunakan obor daun kelapa kering sebagai penerangan. Sampai menghabiskan 7 ikat obor. Setelah memasuki goa tersebut akhirnya mereka menemukan sebuah sendang. Sendang itu diberi nama sendang panguripan yang berarti air kehidupan. Dan ternyata setelah masuk lebih dalam ditemukan lagi 3 sendang.

“Air sendang ini konon mengandung nilai magis, karena dipercaya untuk awet muda, untuk mempermudah jodoh, untuk membuang sial, untuk obat badan,” Imbuhnya.

Penamaan Goa Gong diambil dari nama Gunungnya , yaitu Gunung Gong Gongan. Dulu di Gunung Gong Gongan, pada waktu sore hari sering terdengan suara gamelan, terbangan dan reog-an. Ety menambahkan bahwa Daerah Gunung Gong Gongan menurut masyarakat sekitar adalah daerah wingi atau angker. Setelah Kedua kakek itu meninggal dunia, mulut goa ditutup memakai sebongkah batu, tetapi dua kakek tersebut berpesan kepada keluarganya bahwa pintu goa terletak di dekat pohon kluwih. Kemudian pada tanggal 5 maret 1995 Goa Gong dimasuki kembali oleh cucunya yang bernama Drs Wakino bersama 8 orang temannyya dan sesepuh desa Bomo dengan mengadakan ekspedisi untuk melihat lebih dalam Goa Gong ini. Dan hasil ekspedisi menyimpulkan bahwa Goa Gong sangat indah dan sangat berpotensi menjadi obyek wisata yang menarik.

Dan, pada tahun 1996 Pemerintah Kota Pacitan melakukan pembangunan di dalam Goa Gong dan sekitarnya dengan menambahkan anak tangga berikut pengaman, lampu, kipas angin, dan sarana dan prasarana umum lainnya agar Goa Gong bisa di jadikan objek wisata yang unik dan pada tahun 1999 diresmikan sebagai objek wisata.

Pintu masuk Goa Gong yang Instagramable

Di dalam goa ini terbagi menjadi beberapa ruangan yang menyajikan keaneragaman batuan alam, mulai dari batu marmer yang bisa tembus cahaya dan di klaim sebagai batu marmer terbesar dan terindah di Asia. Di langit-langit goa tersebut juga masih terlihat tetesan air yang menandakan proses pembentukan stalagtit dan stalagmitnya masih berlangsung.

Menuju ke bagian bawah goa, akan ditemukan sebuah kolam atau sendang yang sangat mengagumkan. Biasanya para wisatawan yang berkunjung , akan datang ke sendang tersebut untuk sekedar merasakan kesegaran mata air dalam Goa Gong yang sangat indah ini.
Selain dari itu terdapat 7 ruangan di dalam goa ini yang bisa di eksplorasi, yaitu. Ruang Sendang Bidadari; Ruangan ini berada dekat mulut gua. Ruang ini berisi kolam kecil dengan airnya yang cukup dingin, namun cukup bersih. Terdapat taman bidadari di sampingnya. Ruangan ini cukup indah, dengan lampu warna warni yang menyoroti stalagtit dan stalagmit

Pesona Goa Gong

Pesona Goa GongRuang Bidadari (bersebelahan dengan ruang sendang bidadari), konon katanya dalam ruangan ini sering muncul penampakan bidadari. , Berikutnya adalah Ruang Kristal “selo dudur langit” batu yang di percaya sebagai penyangga atap goa. Dan ruang yang ke empat adalah

Ruang marmer “selo citro cipto Agung” yang berarti ciptaan dari Maha Kuasa yang begitu indah, sementara ruang yang ke lima adalah Ruang Sendang Kamulyaan. Merupakan ruang terbesar yang terdapat dalam goa. Pernah dijadikan sebagai venue dari pertunjukan musik 4 negara. Pertunjukan musik tersebut dilakukan sebagai bentuk promosi atas keindahan Goa Gong ke kancah internasional.

Pencahayaan yang mengidupkan Goa

Ruang yang ke Enam adalah Ruang Pertapaan. Di dalamnya terdapat sendang “larung nistho” . dan Ruang yang Ketujuh adalah Ruang Batu Gong. Yang didalammnya terdapat dua sendang yaitu sendang panguripan dan sendang cambirobo. Ruangan ini merupakan Sajian utama dari goa ini sebenarnya adalah sebuah batu besar yang apabila dipukul akan mengeluarkan bunyi seperti alat musik gong. Batu ini yang menjadi muasal penamaan dari goa yang amat mempesona ini.(MOKO/ETY)

ENGLISH VERSION

The Most Beautiful Goa Gong in Southeast Asia

ARCHIPELAGO – Pacitan, a district located in the southwest of East Java, is directly adjacent to Trenggalek regency in the East and Wonogiri District (Central Java) in the West and borders on Ponorogo Regency in the North and Indian Ocean in the South.

Geographically, Pacitan has an area which is mostly limestone mountains which are part of the Kidul Mountain range, making it less suitable for agriculture and the main agricultural products are cassava, cloves and coconut.

In Pacitan, also known as Agate stone craft, more than 100 caves have been found. so it is not excessive if Pacitan is called City 1001 Goa.

These caves in Pacitan are generally formed from the types of Karst rocks, rocks that appear black and very hard.

Of the many Goa (caves) in Pacitan, there are some Goa which are famous for their beauty. Among them Goa Gong. which is known as the most beautiful Goa in southeast Asia. There is also Goa Tabuhan, the cave where Alibasya Sentot Prawirodirjo once did this place, known for the stones that were struck when they were going to sound like a wasp. And the Luweng Cave is estimated to be the widest cave complex in Southeast Asia, and there is also Kalak Cave, this Goa is known as a hermitage cave, even Former President Soeharto, said to have meditated in this cave, Goa Putri (It is said that the rock inside was in the form of a princess, so called goa putri), Dawung Cave (Has 7 water sources in it).

Goa Gong is the most visited Goa. Goa Gong is located in Pule hamlet, Bomo village, Punung sub-district, Pacitan regency, East Java, about 140 km south of Solo city or 37 km southwest of Pacitan city.

The Charm of Goa Gong

Goa Gong penetrated the bowels of the earth as far as 256 m. Even so the atmosphere in Goa looks beautiful because it is enhanced by lighting by lights installed in many places for lighting and enhancing Goa’s charm. Inside Goa Gong there are various forms of stalactites (rocks that hang on the roof of Goa, shaped taper … downward) and stalagmites (rocks that are at the base of Goa, standing upright, pointed in shape, pointing upwards) … colorful lights to Stalactites and Stalagmites, is a special attraction, in addition to the sound of gurgling water that can make you feel relaxed and peaceful.

Ety Teguh Setiyawati, tour guide Goa Gong explained that the gong cave found in 1924 by Mbah Noyo Semito and Mbah Joyorejo originated from the desire of two grandfather to find water to drink because at that time Bomo village was hit by a long dry season. They entered Goa using torches of dried coconut leaves for lighting. Until spending 7 torches. After entering the cave they finally found a spring. Sendang is named Sendang Panguripan which means water of life. And it turned out that after entering deeper it was found again 3 spring.

“This spring water is said to contain magical value, because it is believed to be youthful, to make it easier for soul mates, to get rid of bad luck, for body medicine,” she added.

The naming of Goa Gong is taken from the name of the mountain, which is Gong Gongan Mountain. In the past, on Gong Gongan Mountain, in the afternoon, it was often heard by the sound of gamelan, flying and reogues. Ety added that the Gong Gongan Mountain Area according to the surrounding community is a wingi or haunted area. After the two grandfathers died, the mouth of the cave was closed using a stone, but the two grandfather advised his family that the cave door was located near the kluwih tree. Then on March 5, 1995 Goa Gong was re-entered by his grandson named Drs Wakino with 8 of his friends and the elders of the village of Bomo by holding an expedition to look deeper into Goa Gong. And the results of the expedition concluded that Goa Gong is very beautiful and has the potential to become an attractive tourist attraction.

And, in 1996 the City Government of Pacitan carried out development in Goa Gong and its surroundings by adding the following steps of security, lights, fans, and other public facilities and infrastructure so that Goa Gong could be made a unique tourist attraction and in 1999 it was inaugurated as tourist attraction.

Inside this cave is divided into several rooms that present the diversity of natural rocks, ranging from marble that can be translucent and claimed to be the largest and most beautiful marble stone in Asia. On the cave’s ceiling the water droplets that still indicate the process of forming stalactites and stalagmites are still ongoing.

Going to the bottom of the cave, you will find a pool or spring that is amazing. Usually the tourists who visit, will come to the spring to just feel the freshness of the spring in this very beautiful Goa Gong.

Apart from that there are 7 rooms in this cave that can be explored, namely. Angel Wings Room; This room is near the mouth of the cave. This space contains a small pond with enough cold water, but is quite clean. There is an angel garden beside it. This room is quite beautiful, with colorful lights that highlight stalactites and stalagmites

The charm of Goa Gong

The light of Goa Gong

Angel’s Room (adjacent to the angel’s chamber), it is said that in this room the appearance of an angel appears. , Next is the Crystal Room “cello dudur sky” which is believed to be a buffer roof cave. And the fourth room is  The marble space “Cipto Agung Citro Selo” which means the creation of the Almighty is so beautiful, while the fifth room is the Sendang Kamulyaan Room. It is the largest space in the cave. Once used as a venue for 4 country music performances. The music performance was carried out as a form of promotion of Goa Gong’s beauty to the international arena.

Lighting that turns on Goa

The Sixth Room is the Hermitage Room. Inside is a spring “larung nistho”. and the Seventh Room is the Batu Gong Room. In it there are two spring, namely spring and spring and cambirobo. This room is the main dish of this cave is actually a large rock that when hit will sound like a musical instrument gong. This stone is the origin of naming this very charming cave. (MOKO/ETY)

LEAVE A REPLY