Pesona Goa Hawang Maluku dan Misteri Dibalik Kisahnya

0
93

ARCHIPELAGO – Kepulauan Kei, Maluku ternyata menyimpan banyak keindahan. Tak hanya pantai dan pulau yang indah dan tak terjamah, pulau itu juga punya pesona lain yang bisa jadi magnet untuk wisatawan. Hawang Cave atau Goa Hawang, Desa Letvuan, Kabupaten Maluku Tenggara salah satunya.

Petunjuk arah di goa hawang

Lokasinya tersembunyi, namun saat tiba di goa ini, siapa pun pasti akan terpesona. Airnya yang super jernih membuat wisatawan yang datang seakan tertarik untuk segera menceburkan diri. Namun, sebelum bermain dan menikmati segarnya air goa ini, Anda harus tahu, goa ini menyimpan banyak misteri yang hingga kini menjadi mitos yang seringkali diceritakan warga sekitar pada wisatawan yang datang.

Para wisatawan memasuki goa hawang

Mitos yang paling terkenal di Goa Hawang sendiri merupakan kutukan batu yang membuat seorang pria dan anjingnya berubah menjadi batu setelah mereka meminum air dalam goa tersebut namun kemudian malah mengeluarkan sumpah serapah.

“Dulu ada seorang bapak, namanya Taran Yaf. Taran itu sebutan bapak. Pekerjaan sehari-harinya sebagai pemburu,” kisah Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, Budhi Toffi saat acara Press Tour Maluku Tenggara beberapa waktu lalu.

Kejernihan air di sekitar goa hawang

Dilanjutkan Budhi, Taran Yaf mengejar seekor babi bersama dua ekor anjingnya. Lalu babinya masuk ke dalam goa untuk sembunyi. Taran Yaf mencari babi itu, namun tak juga ditemukan. Akhirnya, dia merasa lelah lalu kehausan dan minum air di dalam goa.

“Setelah minum, bapak itu mengeluarkan kata-kata makian, akhirnya bapak dan dua ekor anjingnya berubah jadi batu kena kutuk. Batu seperti tonggak itu dipercaya sebagai Taran Yaf. Dua batu yang ada di dasar goa dipercaya sebagai anjing. Lalu dianggap sebagai goa yang angker.”

Goa Hawang pun dimaknai oleh masyarakat setempat sebagai setan, ilmu hitam artinya. Tapi kemudian, karena jadi kepercayaan dan sering digunakan sebagai tempat semedi atau bertapa, tempat ini pun dianggap sebagai tempat suci.

Air yang jernih mengundang wisatawan untuk berenang

“Dulu masyarakat di Kei kebanyakan penganut animisme dan dinamisme. Dulu digunakan sebagai tempat pemujaan dan pertapaan. Dipercaya untuk ibu-ibu yang belum punya anak, kalau masuk dan mandi di goa ini bisa punya anak.”

Tak hanya sekadar tempat bertapa, air ini memang memiliki keindahan bagai kristal. Bahkan di saat-saat tertentu, airnya muncul seperti kristal bercahaya. “Air itu dipercaya bisa bikin awet muda.”

Saat tertentu, cahaya juga muncul dari bawah. Cahaya muncul kalau kita berjodoh dengan alam (kebetulan). “Bisa 1-2 jam di situ. Ada foto hasil beda itu berjodoh. Saya pernah mengalami, sekian kali ke sana. Kristal-kristal itu muncul. Cahayanya mengilap,” kenang Budhi.

Hingga kini, masih banyak orang yang datang untuk bersemedi. Biasanya, mereka datang saat malam hari. Pelataran goa, mereka jadikan tempat bersemedi.

Tak hanya itu, banyak juga orang datang ke sini untuk berenang dan diving. Namun hati-hati bagi Anda yang tidak bisa berenang, akan lebih baik berdiam diri di pinggir kolam. Sebab, kedalaman airnya di bagian tengah bisa mencapai tiga meter lebih jika air laut sedang pasang. “Kalau surut 1 meter. Di tengahnya bisa lebih dari 1 meter.”

Untuk menikmati indahnya goa hawang, tarif masuknya hanya Rp25 ribu per mobil. Akses menuju ke sana, bisa menggunakan angkot dari Pasar Langgur menuju Desa Letvuan, tarifnya Rp7 ribu per orang.

Namun, bagi Anda warga di luar pulau Kei seperti Jakarta yang tertarik berwisata ke Goa Hawang, dapat menggunakan pesawat menuju Bandara Pattimura, Ambon. Dari Bandara Pattimura bisa melanjutkan perjalanan menuju Bandara Karel Satsuitubun Airport, Langgur, Maluku Tenggara. Setelah mendarat, perjalanan Anda berlanjut dengan menempuh perjalanan sejauh 15 kilometer menuju ke Goa Hawang.(NUH/VIVA)

LEAVE A REPLY