Pesona Pulau Berhala, Titik Terluar Indonesia

0
117

ARCHIPELAGO – Namanya tak biasa. Malah terkesan mistis, Pulau Berhala. Namun pulau kecil di wilayah terluar Indonesia ini menyimpan keelokan alam yang memikat.

Pulau Berhala berada di Selat Malaka dan masih termasuk dalam wilayah administratif provinsi Jambi. Wilayahnya yang kecil didominasi hutan lebat dan pantai-pantai berpasir putih yang cantik.

Pulau Berhala memiliki pemandangan khas dengan pantai-pantai di sekitar Riau yang berbatu besar dan bersih.

Pulau Berhala juga memiliki sejumlah destinasi wisata sejarah penting, terdapat beberapa tempat bersejarah dan benda yang memiliki histori. Mulai dari meriam, benteng hingga mercusuar.

Pantai dan Hutan Akar Bahar

Nama Pulau Berhala berasal dari nama raja yang dahulu berkuasa di Jambi dan dimakamkan di pulau tersebut.

Meskipun namanya terkesan seram, pulau Berhala menyimpan sejuta keindahan dan kekayaan alam yang mengagumkan.

Wilayahnya berupa hutan lebat dengan pantai pasir putih. Di sana ada berbagai jenis terumbu karang yang juga menjadi surga bagi berbagai spesies binatang di pulau seluas 2,5 hektar itu.

Meski berada di salah satu titik paling terpencil di pesisir timur Sumatera, Pulau Berhala tetap berpenghuni. Warganya adalah penduduk dan pasukan TNI yang menjaga garis batas terluar Indonesia.

Lokasinya yang terpencil menjadi nilai tambah Pulau Berhala. Di sana tak banyak turis berkunjung sehingga alamnya masih terjaga alami.

Pulau Berhala termasuk dalam wilayah kecamatan Tanjung Beringin.

Selain keindahan pasir putih yang mempesona dengan berhias batu-batu vulkanik berukuran besar, pulai ini juga kaya dengan potensi hutan akar bahar dan menyimpan beragam spesies terumbu karang yang terletak 200 meter dari bibir pantai.

Makam penguasa Jambi masa lalu

Di Pulau Berhala terdapat situs bersejarah penting bagi Jambi, yakni makam raja Jambi, Datuk Paduke Berhala.

Nama raja itu yang menjadi latar belakang penamaan Pulau Berhala. Konon, sang raja Datuk Paduke Berhala sangat menyukai keindahan pulau ini sehingga saat ia meninggal ia berpesan agar dimakamkan di pulau yang dia cintai tersebut.

Datuk Paduke Berhala memiliki nama asli Ahmad Salim, yang merupakan pengembang agama Islam di Jambi. Beliau kemudian menikah dengan putri raja Jambi. Saat Raja sudah tidak menjabat, tahta turun kepada Datuk Paduke Berhala.

Makam Datuk Paduke Berhala berada pada jarak kurang lebih 150 meter dari jalan setapak di tengah pulau. Tak hanya makam raja, pulau ini juga punya peninggalan sejarah berupa benteng kuno peninggalan Jepang, dan meriam peninggalan kolonial Belanda.

Pesona hutan di pulau Berhala yang masih alami.

Menyaksikan penyu bertelur

Berkunjung ke pulau Berhala tidak hanya disuguhi dengan pemandangan alam dan peninggalan sejarah Jambi.

Jika waktunya tepat, terutama pada akhir atau awal tahun, pengunjung dapat menyaksikan penyu-penyu yang menepi dan bertelur di sekitar pantai.

Untuk menyaksikan penyu-penyu bertelur, wisatawan bisa menyewa kapal motor kecil atau ”pompong” dengan waktu tempuh 15 menit.

Pulau Berhala memiliki fasilitas memadai, tapi jangan berharap ada resort berbintang. Pulau ini cocok untuk yang ingin menikmati sensasi kembali ke alam, berpetualang di pulau terluar Indonesia pada bawah tenda.

Untuk itu, pastikan memilih lokasi yang cukup tinggi. Jangan terlalu dekat dengan pantai karena akan terendam jika air laut pasang. Ada juga beberapa pendopo dan bangunan yang bisa dipakai untuk tidur.

Pulau Berhala juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti pembangkit listrik, gazebo, dermaga kayu, pendopo utama untuk tempat berkumpul atau meeting point.

Total ada 16 penginapan atau home stay dan warung makan. Akan tetapi, home stay yang ada tidak menyediakan tempat tidur, jadi pengunjung disarankan membawa sleeping bag sendiri.

Transportasi menuju Pulau Berhala

Dari bandara Jambi, kita bisa mencapai Pulau Berhala lewat Kampung Laut atau Nipah Panjang.

Kampung itu menjadi gerbang menuju Pulau Berhala. Dari Nipah Panjang, menuju ke Pulau Berhala memakan waktu sekitar 1,5 jam menggunakan perahu sewaan dengan harga bervariasi.

Kalau dari Kampung Laut, durasi perjalanan adalah 2,5 jam dari bandara Jambi, kemudian dilanjutkan menggunakan speedboat dengan waktu tempuh 1,5 jam.(NUH/KOMPAS)

ENGLISH VERSIONS:

Enchantment of Berhala Island, Indonesia’s Outer Point

River tourism in Berhala Island.

ARCHIPELAGO – The name is unusual. Even impressed mystical, Berhala Island. But this small island in the outer region of Indonesia holds an attractive natural beauty.

Berhala Island is in the Malacca Strait and is still included in the administrative region of Jambi province. Its small area is dominated by dense forests and beautiful white sand beaches.

Berhala Island has a distinctive landscape with beaches around Riau that are large and clean rocky.

Berhala Island also has a number of important historical tourist destinations, there are several historical sites and objects that have history. Ranging from cannons, fortresses to lighthouses.

Beaches and Roots of Bahar Roots

The name Berhala Island comes from the name of the king who used to rule in Jambi and was buried on the island.

Even though the name seems scary, Berhala island saves a million beautiful and amazing natural resources.

The area is in the form of dense forest with white sand beaches. There are various types of coral there which is also a haven for various species of animals on the 2.5-hectare island.

Even though it is in one of the most remote spots on the east coast of Sumatra, Berhala Island remains inhabited. Its citizens are residents and TNI forces who guard Indonesia’s outer boundaries.

Its remote location is the added value of Berhala Island. There are not many tourists visiting so the nature is still natural.

Berhala Island is included in the Tanjung Beringin sub-district.

In addition to the beauty of the enchanting white sand with large volcanic stones decorated, this island is also rich in the potential of bahar root forests and stores a variety of coral species that are located 200 meters from the shoreline.

The tomb of the Jambi ruler of the past

On Berhala Island there are important historical sites for Jambi, namely the tomb of the king of Jambi, Datuk Paduke Berhala.

The king’s name was the background for naming Berhala Island. That said, the king Datuk Paduke Idol was very fond of the beauty of this island so that when he died he told him to be buried on the island he loved.

Datuk Paduke Berhala has the real name of Ahmad Salim, who is the developer of Islam in Jambi. He later married the daughter of the king of Jambi. When the King was not in office, the throne went down to Datuk Paduke Berhala.

The tomb of Datuk Paduka Berhala is at a distance of approximately 150 meters from the path in the middle of the island. Not only the king’s grave, the island also has historical heritage in the form of ancient Japanese fortresses, and cannon from Dutch colonial heritage.

The tomb of the Jambi ruler of the past

On Berhala Island there are important historical sites for Jambi, namely the tomb of the king of Jambi, Datuk Paduke Berhala.

The king’s name was the background for naming Berhala Island. That said, the king Datuk Paduke Idol was very fond of the beauty of this island so that when he died he told him to be buried on the island he loved.

Datuk Paduke Berhala has the real name of Ahmad Salim, who is the developer of Islam in Jambi. He later married the daughter of the king of Jambi. When the King was not in office, the throne went down to Datuk Paduke Berhala.

The tomb of Datuk Paduke Berhala is at a distance of approximately 150 meters from the path in the middle of the island. Not only the king’s grave, the island also has historical heritage in the form of ancient Japanese fortresses, and cannon from Dutch colonial heritage.

Watch turtles lay eggs

Visiting Berhala Island is not only treated to natural scenery and historical heritage of Jambi.

If the time is right, especially at the end or beginning of the year, visitors can watch turtles pull over and lay eggs around the beach.

To watch turtles lay eggs, tourists can rent a small motorboat or “pompong” with a travel time of 15 minutes.

Pulau Berhala has adequate facilities, but don’t expect a starred resort. This island is suitable for those who want to enjoy the sensation of returning to nature, adventuring on Indonesia’s outer islands under the hood.

For that, make sure to choose a location that is high enough. Don’t get too close to the beach because it will be submerged if the tide is high. There are also several pavilions and buildings that can be used to sleep.

Berhala Island is also equipped with several facilities, such as a power plant, gazebo, wooden dock, main pavilion for gathering places or meeting points.

In total there are 16 inns or home stays and food stalls. However, the existing home stay does not provide a bed, so visitors are advised to bring their own sleeping bag.

Transportation to Berhala Island

From Jambi airport, we can reach Berhala Island via Kampung Laut or Nipah Panjang.

The village is a gateway to Berhala Island. From Nipah Panjang, heading to Berhala Island takes around 1.5 hours using a rented boat with varying prices.

From Kampung Laut, the duration of the trip is 2.5 hours from Jambi airport, then proceed using a speedboat with a travel time of 1.5 hours. (NUH/KOMPAS)

LEAVE A REPLY