Presiden Joko Widodo Bakal Buka Pesta Kesenian Bali ke-40

0
115

 

ARCHIPELAGO – Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 pada 23 Juni 2018 mendatang. Acara ditandai dengan pawai di Monumen Badjra Sandi dan Pagelaran Sandra Tari Kolosal di Ardha Candra, Taman Budaya, Art Center, Denpasar.

Ketua Panitia PKB ke-40 Tahun 2018 Dewa Putu Beratha yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dalam laporannya menyampaikan jika pada PKB ke-40 mengambil tema “Teja Dharmaning Kauripan” yang berarti Api Sirit Penciptaan.

“Tahun ini PKB ke-40 akan menampilkan 271 kelompok seni. Selain dari Bali, PKB juga diikuti partisipan dari luar Bali,” jelasnya. Yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Temanggung, Kota Blitar, Kota Batu-Malang, ISI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kota Tangerang, Kabupaten Bima, Kabupaten Baru, Kabupaten Gunung Kidul dan ISBI Tanah Papua serta partisipan dari luar negeri diantaranya kesenian dari Jepang, India, Peru dan Tiongkok.

Sementara itu Gubernur Pastika Minta Panitia PKB penyelenggara PKB ke-40 Tahun 2018 untuk menindaklanjuti hasil pengawasan yang dilakukan oleh tim independen pada pelaksanaan Pesta Kesenian Bali ke-39 Tahun 2017 sebelumnya.

Dari laporan tim independen yang disampaikan oleh Ketut Wija, disampaikan beberapa hal yang menjadi hasil pengawasan selama pelaksanaan Pesta Kesenian Bali ke-39 Tahun 2017.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberi pengarahan tentang acara Pesta Kesenian Bali

“Karena masih ada waktu, Saya minta kepada panitia PKB untuk menindaklanjuti apa yang disampaikan tim independent,” ujar Pastika menanggapi masukan dari tim independen.

Beberapa point masukan yang disampaikan diantaranya Kesenian yang hampir punah agar bisa terus kembali digali, stand pameran yang berada di bawah panggung terbuka Arda Candra agar ditata dengan baik sehingga tidak terlihat kumuh khususnya pada etalase kaca depan.

Selain itu, bagian teknis seperti sound system, lighting, dekorasi panggung, pengaturan parkir, kebersihan baik toilet maupun stand kuliner juga menjadi catatan khusus untuk panitia penyelenggara agar lebih baik lagi. Meski demikian, ia mengapresiasi panitia pelenggara yang telah berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Pelaksanaan PKB pada tahun 2017 sudah berjalan dengan baik dan lancer. Pawai sudah berjalan dengan baik, namun untuk pengamanan selama pawai bisa lebih ditingkatkan agar penonton tidak mengganggu arak-arakan,” ungkap Wija.

Event yang berlangsung selama satu bukan oenuh itu akan diisi oleh ribuan penampilan seniman dari berbagainegara.Terkait dengan situasi politik yang sedang berlangsung di Bali, pihaknya menegaskan jika pelaksanaan PKB tidak akan terganggu dengan hal tersebut. “Masa kampanye kan sudah berakhir sebelum acara PKB sedangkan khusus tanggal 27 PKB akan dibuka mulai sore hari,”tegasnya.

PKB tahun ini juga lebih spesial dari tahun sebelumnya dimana dalam kegiatan kali ini akan dimeriakan penyelenggaraan Festival Panji/INAO International. Festival tersebutnmerupakan hasil dari sinergitas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang akan diselenggarakan pada 28-29 Juni 2018.(NUH/KUMPARAN)

LEAVE A REPLY