Surabaya Bakal Punya Wana Wisata Kebun Raya Mangrove

0
213

ARCHIPELAGO – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pembebasan lahan untuk Kebun Raya Mangrove, akan dimulai 2019. Lahan seluas 2 hektar di Wonorejo, akan ditebus sebagai tahap awal.

“Saat ini masih tahap awal, tahapan appraisal (penilaian lahan, Red). Nantinya kami akan membebaskan lahan di Wonorejo seluas 2 hektar,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, Maria Theresia Ekawati Rahayu.

Lahan seluas dua hektar tersebut berada di sisi kanan dan kiri Mangrove Information Center (MIC). Wanita yang akrab disapa Yayuk ini mengatakan, pembebasan lahan akan terus dilakukan. Guna memenuhi rencana awal pembebasan lahan seluas 60 hektar.

“Bulan-bulan ini harapannya dapat dilakukan pembebasan lahan, dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini kami upayakan untuk yang bersebelahan dengan MIC dahulu,” ungkap mantan Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya itu.

Wana wisata mangrove di Wonorejo Surabaya

Yayuk menilai, pembebasan lahan di sebelah MIC tidak terlalu sulit. Pasalnya, di kawasan tersebut tidak ada rumah warga, cuman tambak milik warga. Selain itu, kawasan tersebut termasuk ruang terbuka hijau.

Dari 60 hektar untuk program MIC ini, Pemkot Surabaya sudah menyiapkan Rp 17 miliar untuk tahap awal. Setelah membebaskan dua hektar lahan. Selanjutnya, dana tersebut untuk menebus 28 hektar lainnya. Guna memenuhi target tahapan awal program MIC seluas 30 hektar.

Menanggapai hal ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Surabaya Joestamadji mengatakan, masalah perizinan sudah selesai. Selain itu, penentuan lokasi hingga detail engineering design (DED) sudah ada.

“Tinggal pembebebasan lahan yang saat ini masih proses dilakukan,” kata Joestamadji.

Selain di kecamatan Wonorejo, kebun raya mangrove juga ada di dua titik lain, yaitu di kecamatan Keputih dan Medokan Ayu. Total luas lahan ketiganya yaitu 500 hektar. “Mudah-mudahan 2019 sudah mulai (pengerjaan),” pungkasnya.(NUH/INFO SURABAYA)

LEAVE A REPLY