Terowongan Jalan Kendal, Surga Bagi Pejalan Kaki di Jakarta

0
26

ARCHIPELAGO– Pemprov DKI Jakarta telah mengubah fungsi Jalan Kendal, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi jalur pedestrian. Hal itu dilakukan untuk mendukung Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas. Jalan yang sebelumnya biasa digunakan pengendara di kawasan Sudirman untuk berputar arah ini kini disulap jadi cantik.

Pantauan kumparan, Selasa (26/3), Jalan diubah total menjadi jalur pejalan kaki yang nyaman dilalui warga. Terdapat lampu sorot yang dipasang di sepanjang dinding lorong.

Terdapat 3 moda transportasi yang bertemu di Jalan Kendal, yaitu MRT, KRL, dan bus .

Sayangnya masih terdapat pengendara motor yang nakal ingin lewat dari jalur pedestrian tersebut. Satpam ditempatkan di jalur untuk mencegah pengendara masuk ke jalur tersebut.

Sebelumnya, Dirut PT MRT Jakarta William menjelaskan, TOD Dukuh Atas akan dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter. Sedangkan luas bangunannya diperkirakan sekitar 1.700 meter.

William menjelaskan, TOD Dukuh Atas ini akan terdiri dari 4 bagian. Bagian pertama adalah transit plaza yang akan dibangun di kawasan eks Pasar Blora. Selanjutnya adalah kawasan pedestrian.

“Memang dalam jangka panjang pada saat MRT beroperasi, kita berharap bahwa kawasan itu sudah menjadi kawasan pejalan kaki utk memudahkan interkoneksi ,” kata Wiliam pada 17 Januari lalu.(NUH/KUMPARAN)

ENGLISH VERSIONS:

Kendal Street Tunnel, Heaven for Pedestrians in Jakarta

ARCHIPELAGO – DKI Jakarta Provincial Government has changed the function of Kendal street, Menteng, Central Jakarta, to become a pedestrian route. This was done to support Upper Hamlet Transit Oriented Development (TOD). The road that was previously used by motorists in the Sudirman area to turn this direction is now transformed into a beauty.

Kumparan monitoring, Tuesday (3/26), the road was totally converted into a pedestrian path that was comfortable for residents to pass. There are floodlights installed along the hallway walls.

There are 3 modes of transportation that meet on Jalan Kendal, namely MRT, KRL, and buses.

Unfortunately there are still bad motorbike riders who want to pass from the pedestrian lane. Security guards are placed on track to prevent motorists from entering the lane.

Previously, President Director of PT MRT Jakarta William explained, the Dukuh Atas TOD would be built on an area of ​​3,000 meters. While the building area is estimated to be around 1,700 meters.

William explained, this Upper Hamlet TOD will consist of 4 parts. The first part is the transit plaza that will be built in the former Blora Market area. Next is the pedestrian area.

“Indeed, in the long term when the MRT operates, we hope that the area has become a pedestrian area to facilitate interconnection,” Wiliam said on January 17. (NUH/KUMPARAN)

LEAVE A REPLY