The Beauty of Peranakan, Style Batik dan Silver Jewelry Exhibition

2
42

ARCHIPELAGO – Memperingati HUT kota Malang yang ke 105, Shanghai Noon Boutique Hotel Tugu Malang menyelenggarakan pameran batik dan perhiasan bertemakan The Beauty of Peranakan Style dari 3-7 April 2019. Dengan tema tersebut Hotel Tugu Malang ingin menunjukan keharmonisan akulturasi budaya lokal dengan peranakan Tionghoa.

Sejak tahun 1800, Peranakan telah memperkaya teknik dan motif batik Indonesia. Batik Peranakan Tionghoa dikenal melalui ciri khas warna cerah dan motif feminine yang elegan dengan sentuhan oriental.

Pada masa itu Pekalongan, Lasem dan Solo merupakan pusat batik terkenal, daerah tersebut telah melahirkan banyak seniman batik tulis dengan ragam bentuk corak dan warna. Beberapa karya dari Liem Ping Wie, Phoa Tjong Nio, dan Tjoa Siang Swie akan mengisi acara pameran di Tirta Gangga Hotel Tugu Malang dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam.

Pameran kali ini menjadi sangat istimewa, karena kami menghadirkan Koleksi Selop dari Baba Handmade yang designnya terinspirasi dari Budaya Peranakan.

Yang membuat koleksi ini unik adalah waktu yang cukup lama dalam pembuatannya. Demi menciptakan sebuah masterpice untuk sebuah sepatu berbahan manik – manik. Baba Handmade membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga sebulan. Dikerjakan oleh tangan-tangan mahir para pengrajin dan bahan bordir yang digunakan sangat berkualitas tinggi.

Koleksi Baba Handmade akan semakin cantik bila dipadukan dengan kebaya encim warna warni koleksi dari Rumah Kebaya. Tentunya akan serasi dengan koleksi perhisan milik Shanghai Noon butik dengan tema senada. Perpaduan tersebut sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai suasana.

Karya-karya indah di atas akan menjadi sangat elegant dipadukan dengan batik Tionghoa peranakan – Pekalongan, dengan beraneka motif; bunga Seruni yang memiliki keanggunan dan kesejahteraan, burung Hong yang berarti Ratu yang menampilkan keanggunan, kelembutan dan sifat Yin. Sedangkan batik peranakan Tionghoa Lasem terkenal dengan warna merah darah ayamnya yang hanya terdapat di kota Lasem.

Selain warna, motif Lokcan, burung Hong, Kilin, Liong dan tulisan keberuntungan dapat dijumpai pada batik Lasem. Di Solo, batik 3 Negeri karya Tjoa Siang Swie terkenal akan proses pembuatanya yang istimewa. Proses pewarnaan yang diproses di kota yang berbeda.

Terdapat empat Pengrajin batik dari 3 kota yaitu Pekalongan, Lasem dan Solo akan berpartisipasi dalam pameran ini. Juga beberapa designer perhiasan dan merchandise akan melengkapi Pameran yg akan berlangsung di Hotel Tugu Malang.(ABDUL MALIK)

ENGLISH VERSIONS:

The Beauty of Peranakan, Batik Style and Silver Jewelry Exhibition

ARCHIPELAGO – Commemorating 105th Anniversary of Malang City, Shanghai Noon Boutique Hotel Tugu Malang organizes batik and jewelery exhibitions themed The Beauty of Peranakan Style from 3-7 April 2019. With this theme Hotel Tugu Malang wants to show harmonious acculturation of local culture with Chinese peranakan.

Since 1800, the Peranakan has enriched batik techniques and motifs Indonesia. The Chinese Peranakan Batik is known for its distinctive bright colors and elegant feminine motifs with an oriental touch.

At that time Pekalongan, Lasem and Solo were well-known centers of batik, the area had given birth to many batik artists with a variety of patterns and colors. Some of the works by Liem Ping Wie, Phoa Tjong Nio, and Tjoa Siang Swie will fill the exhibition at Tirta Gangga Hotel Tugu Malang from 10 am to 10 pm.

This exhibition is very special, because we present the Selop Collection from Baba Handmade whose design is inspired by the Peranakan Culture.

What makes this collection unique is the long enough time in manufacture. For the sake of creating a masterpice for a beaded shoe. Baba Handmade takes weeks to months. Done by the craftsmen’s advanced hands and the high-quality embroidery materials used.

The Baba Handmade collection will be even more beautiful when combined with colorful collections of kebaya encim from Rumah Kebaya. Surely it will be in harmony with Shanghai Noon’s boutique collection with a matching theme. The combination is very suitable for use in various situations.

The beautiful works above will be very elegant combined with peranakan Chinese batik – Pekalongan, with various motifs; Seruni flower which has elegance and well-being, Hong bird which means Queen which displays elegance, tenderness and Yin nature.

While the batik peranakan Chinese Lasem is famous for its blood red chicken, which is only found in the city of Lasem. In addition to colors, Lokcan motifs, Hong birds, Kilin, Liong and fortune writings can be found in Lasem batik. In Solo, the 3 Country batik by Tjoa Siang Swie is famous for its special process. The coloring process is processed in different cities.

There are four batik artisans from 3 cities namely Pekalongan, Lasem and Solo will participate in this exhibition. Also some jewelers and merchandise designers will complete the exhibition that will take place at Tugu Malang Hotel. (ABDUL MALIK)