Tips Jalan-Jalan Hemat ala Backpacker

0
36

 

ARCHIPELAGO – Semua orang suka jalan-jalan alias traveling, apalagi saat ini banyak bermunculan tempat wisata baru di seluruh tanah air. Hanya saja, kendala utamanya adalah soal biaya perjalanan.

Kadang, keinginan tak berbanding lurus dengan kemampuan finansial kita.

Travel Blogger Ashari Yudha berbagi sejumlah tipsnya. Yudha merupakan pegiat backpacker yang pernah jalan-jalan ke 27 provinsi di Indonesia dengan hanya sekitar Rp 15 juta saja.

Seperti apa tipsnya?

“Akomodasi. Kita bisa memilih menggunakan transportasi lain misalnya pesawat mahal, bisa menggunakan kapal Pelni. Lebih lama perjalanannya tapi ongkos relatif lebih murah. Atau naik bus, kereta,” ujar Ashari.

Ia juga berlangganan beberapa informasi maskapai, sehingga mendapatkan info-info terbaru soal harga tiket promo.

Yudha juga menggunakan situs komparasi tiket sehingga mengetahui tiket pesawat serta penyedia jasa travel termurah.

“Jadi pasti kita bisa pilih yang termurah. Yang pasti, planning dulu mau kemana, lihat rutenya, dan lain-lain,” kata Yudha.

Bujet lainnya yang kerap membengkak saat pergi jalan-jalan adalah tempat menginap. Untuk mengakalinya, Yudha memanfaatkan aplikasi traveling yang memungkinkannya tinggal di rumah penduduk setempat.

Sehingga bujet tempat menginap bisa tidak ada sama sekali. Bahkan, tuan rumah kadang menyediakan makanan dan menemani jalan-jalan di sekitar.

Ia juga menyarankan untuk membawa tumblr atau tempat minum, agar dalam perjalanan kita tak terlalu sering membeli minum.

Meski bujet menginap kerap sangat minim, Yudha juga mengalokasikan dana untuk tinggal di sana. Misalnya, untuk ikut membayar bensin motor si tuan rumah atau mentraktir makan.

“Saya juga belajar, minimal ngerti dikit masak. Kalau nginap di mereka, saya lebih baik beli beras di sana, kami masak sendiri, sehingga yang ditumpangi pun enak. Simbiosis mutualisme, lah,” tuturnya.

Mengenai pakaian, karena tak terlalu sering masuk ke ‘frame’ kamera, Yudha tak membawa banyak baju untuk memeringkas barang bawaan. Biasanya, ia hanya membawa beberapa luaran, misalnya jaket, dan kaos dalam jumlah yang tidak banyak.

“Lebih banyak outer, dalamannya gitu-gitu aja. Tapi kalau teman-teman saya yang cewek biasany bawa syal banyak. Jadi mix & match saja,” kata Yudha.(NUH/KOMPAS)

LEAVE A REPLY