Titik Awal: Membangun Museum Pusaka Singhasari

0
58

ARCHIPELAGO – Para Tetuah terdahulu pernah menasehati, “Jika ingin berjalan cepat, maka berjalanlah sendirian. Jika ingin berjalan kuat dalam jarak jauh dan waktu yang lama, maka berjalanlah bersama-sama dan beriringan. Saling memperkuat. Saling menyemangati.”

Selain itu, Para Tetua terdahulu juga pernah memberi nasehat, “Jika hanya ingin merubah hal-hal kecil untuk kepentingan dirimu sendiri, maka mulailah dari dirimu sendiri. Jika ingin merubah hal-hal besar yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan banyak orang sepanjang masa, maka mulailah dengan inisiatif bermusyawarah bersama banyak orang.”

Dua nasehat dari Para Tetuah terdahulu di atas, bisa kita jadikan pedoman hidup bersama. Bahwa untuk mampu menjalankan rencana jangka panjang, memang sangat dibutuhkan keterlibatan banyak orang. Dibutuhkan banyak orang yang mempunyai komitmen dan konsistensi, untuk terus berjalan bersama. Dengan saling memperkuat dan saling menyemangati. Serta agar bisa membangun sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan banyak orang, memang sangat dibutuhkan inisiatif bermusyawarah bersama banyak orang.

Secara proses, memang bukan hal yang mudah untuk dijalankan. Tapi justru karena hal itu, maka kita semuanya bisa menguji kualitas dan kapasitas diri masing-masing dalam menjaga komitmen dan konsistensi untuk membangun peradaban bersama yang lebih baik dan gemilang.

Misal, untuk mampu membangun sebuah Museum Pusaka Singhasari, tentu sangat dibutuhkan perjalanan/ perjuangan yang sangat panjang, terjal dan berliku. Tidak mudah. Dan mungkin tidak ada jalan pintas. Juga dibutuhkan energi dan sumberdaya yang sangat besar. Tapi, bukankah tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi untuk bisa diwujudkan, atau tidak ada jalan yang terlalu panjang untuk dilalui, jika kita semuanya mampu menjaga niat dan tekad bersama untuk membangun masa hidup bersama yang lebih baik?

Hal itulah yang hendak kita laksanakan. Kita jalani dan bangun bersama. Bukan hanya untuk generasi saat ini. Tapi juga untuk bergenerasi-generasi yang akan datang. DIMULAI DI SINI : TITIK AWAL “Membangun Museum Pusaka Singhasari”.

Tujuan tulisan ini adalah untuk siapa saja yang mempunyai niat, inisiatif, kepentingan dan cita-cita bersama untuk “Membangun Museum Pusaka Singhasari”. Ini adalah sebuah TITIK AWAL. Dari sebuah perjalan jangka panjang untuk memperjuangkan peradaban masa depan yang lebih baik dan gemilang bagi kita semuanya. Juga bagi generasi-generasi yang akan datang.

Acara tersebut digelar Senin, 29 April 2019 di Rumah Malang Creative Fusion (MCF) Jl. Bantaran I No. 45, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Sedangkan kegiatan tersebut diisi dengan bursa dan pameran pusaka/wesi aji, jagongan memperkenalkan budaya wesi aji (Jambu Wiji), Rembug titik awal membangun museum pusaka Singhasari yang akan dipandu oleh M. Dwi Cahyono, Umi Salamah dan Tim Sinergi MCF & Pelestari Wesi Aji.(BUDI)

ENGLISH VERSIONS:

Starting Point: Building a Museum Heritage of Singhasari

ARCHIPELAGO – The previous taints have advised, “If you want to walk fast, then walk alone. If you want to walk long distances and long periods of time, then walk together and go hand in hand. Strengthen each other. Encourage each other.”

In addition, the previous elders have also advised, “If you only want to change small things for your own sake, then start from yourself. If you want to change big things that will be used for the benefit of many people all the time, then start with the initiative to consult with many people. ”

Two of the advice from the previous elders above, we can make the guidelines for living together. That in order to be able to carry out a long-term plan, it is really necessary to involve many people. It takes many people who have commitment and consistency, to continue to walk together. By strengthening each other and encouraging each other. And in order to be able to build something that can be used for the benefit of many people, it is really necessary to initiate a discussion with many people.

In process, it is not an easy thing to do. But precisely because of that, we can all test the quality and capacity of each in maintaining commitment and consistency to build a better and more brilliant civilization.

For example, to be able to build a Heritage Heritage Singhasari Museum, of course a very long, steep and winding journey/struggle is needed. Not easy. And maybe there are no shortcuts. It also requires enormous energy and resources. But, isn’t there an ideal that is too high to be realized, or is there no way that is too long to go through, if we are all able to maintain our intentions and determination together to build a better life together?

That’s what we want to do. We live and wake up together. Not only for the current generation. But also for generations to come. BEGIN HERE: THE BEGINNING POINT “Building the Heritage Heritage Singhasari Museum”.

The purpose of this paper is for anyone who has the intention, initiative, interests and shared ideals to “Build a Heritage Heritage Museum”. This is an INITIAL POINT. From a long-term journey to fight for a better and more brilliant future for us all. Also for generations to come.

The event was held Monday, April 29 2019 at Rumah Malang Creative Fusion (MCF) Jl. Bantaran I No. 45, Kelurahan Tulusrejo, Lowokwaru District, Malang City. Whereas the activity was filled with exchanges and heritage / wesi aji exhibitions, jagongan introduced the culture of wesi aji (Jambu Wiji), Rembug was the starting point of building the Singhasari heritage museum which will be hosted by M. Dwi Cahyono, Umi Salamah and MCF & Pelestari Wesi Aji Synergy Team. (BUDI)

LEAVE A REPLY