Tojo Una-Una Jadi Cagar Biosfer Dunia

0
63

ARCHIPELAGO – Bupati Tojo Una-Una akan diundang menghadiri sidang MAB-ICC UNESCO ke-31 di Paris, Perancis.

Insya Allah, Tojo Unauna akan menjadi Cagar Biosfer Dunia yang akan ditetapkan Badan Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada bulan Juni 2019. Dalam edisi ini, Bupati Tojo Unauna akan diundang untuk membantu Sidang ke-31 “The Man and Biosphere International Coordinating Council UNESCO “di Paris, Perancis pada tanggal 17-23 Juni 2019.

Kantor Bupati Tojo Una-Una

Sesuai nomenklatur yang diusulkan bulan Agustus 2018 lalu; yaitu Cagar Biosphere Togean – Tojo Unauna, maka dipastikan seluruh kawasan di Kabupaten Tojo Unauna akan menjadi prioritas pengembangan promosi UNESCO di masa mendatang.

Pencanangan Cagar Biosfer merupakan pengakuan dunia internasional atas komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (suistainable development).

Keikutsertaan pimpinan daerah dalam sidang MAB-ICC di Paris, Perancis mendatang akan menjadi momentum bagi PEMDA Tojo Unauna untuk membuktikan komitmen terhadap bidang pembangunan demi dunia internasional. Sekaligus menjadi peluang untuk ajang promosi keunggulan dan kekayaan Sumberdaya alam dan budaya Tojo Unauna.

Pesona Kebalutan Kepulauan Walea

Pengakuan dunia internasional bukan hanya berdampak positif untuk peningkatan kunjungan kunjungan. Namun demikian, peningkatan pembangunan daerah melalui pengembangan kerjasama nasional dan internasional dibidang pendidikan, pembangunan, penelitian, konservasi dan pariwisata, ssrta pembangunan ekonomi masyarakat lokal.

UCAPAN TERIMA KASIH

Sidang MAB-ICC UNESCO Ke-31 bulan Juni 2019 persetujuan mengukuhkan 2 (dua) kawasan Cagar Biosfer baru di Indonesia; yaitu Cagar Biosphere Tambora di Nusa Tenggara Barat dan Cagar Biosphere Togean-Tojo Unauna di Sulawesi Tengah.

Dengan masuknya Tojo Unauna dalam agenda sidang MAB-ICC ini akan menjadi pondasi penting bagi pengembangan kepariwisataan, terutama dibidang promosi dan pariwisata Tojo Unauna dimasa mendatang. Oleh karenanya, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Tojo Unauna menyetujui terima kasih setinggi-tinggi kepada Bupati, Bapak Mohammad Lahay, SE yang telah mendukung proses percepatan pengajuan bantuan Cagar Biosfer; serta proses pembentukan Forum Cagar Biosfer sebagai salah satu prasyarat pengajuan permohonan ke UNESCO.

Lebih dari itu, BPPD juga mengapresiasi komitmen kebijakan Bupati dalam mempromosikan promosi Tojo Unauna dengan mengeluarkan Peraturan Bupati No.50 tahun 2017 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Badan Promosi Pariwisata Daerah Tojo Unauna; sebagai implementasi amanat Pasal 43 Undang-Undang No 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan; serta amanat Pasal 58 Peraturan Daerah No.7 Tahun 2013 tentang RIPPARDA Tojo Unauna 2010-2025.

Keindahan kepulauan di Tojo Una-Una

Dengan terbentuknya Badan Promosi Pariwisata Daerah, maka partisipasi multi-pihak untuk mengembangkan promosi pariwisata Tojo Unauna semakin meningkat. Toa Unauna tidak lagi bertumpu pada program dinas sektoral.

BPPD juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ir. Bustang, Kepala Balai TNKT yang dengan gigih berkordinasi dan membantu menfasilitasi dan mediasi dengan Program MAB UNESCO Indonesia dapat menyediakan meringankan beban kerja para pemegang saham di daerah. Tentu saja, bantuan yang tidak ternilai dan tepat diapresiasi adalah kerja keras penyiapan data dan bantuan informasi yang diperlukan mendukung suksesnya pengajuan bantuan ke UNESCO.

Terima kasih & Selamat buat BUPATI TOJO UNAUNA dan Balai TNKT.(BUD)

ENGLISH VERSIONS:

Tojo Una-Una Becomes World Biosphere Reserve

The beauty of Togean nature life

ARCHIPELAGO – Regent of Tojo Unauna will be invited to attend the 31st UNESCO MAB-ICC session in Paris, France.

God willing, Tojo Unauna will be the World Biosphere Reserve to be established by the United Nations Education and Culture Agency (UNESCO) in June 2019. In this edition, Tojo Unauna Regent will be invited to help the 31st Session “The Man and Biosphere Coordination UNESCO International Council “in Paris, France on 17-23 June 2019.

According to the nomenclature proposed in August 2018 then; namely Togean – Tojo Unauna Biosphere Reserve, it is ensured that all areas in Tojo Unauna Regency will be prioritized in developing future UNESCO promotions.

Declaring Biosphere Reserves is an international recognition of the commitment of local governments to pay attention to the principles of sustainable development (sustainable development).

The excotism of Togean Island

The participation of regional leaders in the MAB-ICC session in Paris, the upcoming France will be a momentum for PEMDA Tojo Unauna to prove commitment to the field of development for the sake of the international community. As well as being an opportunity for a place to promote excellence and wealth of natural resources and culture of Tojo Unauna.

International recognition not only has a positive impact on increased visit visits. However, increasing regional development through the development of national and international cooperation in the fields of education, development, research, conservation and tourism, economic development orders of local communities.

THANK-YOU NOTE

Tojo Una-Una Port

31st UNESCO MAB-ICC Session in June 2019 approval confirms 2 (two) new areas of Biosphere Reserve in Indonesia; namely the Tambora Biosphere Reserve in West Nusa Tenggara and the Togean-Tojo Unauna Biosphere Reserve in Central Sulawesi.

With the entry of Tojo Unauna on the agenda of the MAB-ICC session, it will become an important foundation for the development of tourism, especially in the field of promotion and tourism of Tojo Unauna in the future. By him, the Regional Tourism Promotion Agency (BPPD) Tojo Unauna agreed to the highest gratitude to the Regent, Mr Mohammad Lahay, SE who has supported the process of accelerating the submission of Biosphere Reserve assistance; and the process of establishing the Biosphere Reserve Forum as a prerequisite for submitting an application to UNESCO.

Moreover, the BPPD also appreciated the Regent’s policy commitment in promoting the promotion of Tojo Unauna by issuing Regent Regulation No. 50 of 2017 concerning the Procedure for Appointment and Dismissal of the Tojo Unauna Regional Tourism Promotion Agency; as the implementation of the mandate of Article 43 of Law No. 10 of 2009 concerning Tourism; and mandate of Article 58 of Regional Regulation No.7 of 2013 concerning RIPPARDA Tojo Unauna 2010-2025.

With the establishment of the Regional Tourism Promotion Agency, multi-party participation to develop Tojo Unauna tourism promotion has increased. Toa Unauna no longer relies on sectoral service programs.

The BPPD also expresses its deepest gratitude to Ir. Bustang, the Head of the TNKT Office, which is steadily coordinating and facilitating and mediating with Indonesia’s UNESCO MAB Program can provide a lightening workload for shareholders in the region. Of course, invaluable and appropriately appreciated assistance is the hard work of preparing data and information assistance needed to support the successful submission of assistance to UNESCO.

Thank you & Congratulations to TOJO UNAUNA REGENCY and TNKT Hall. (BUD)

LEAVE A REPLY