Tolak! Pembongkaran Situs Usia Ratusan Tahun di Poso

0
156

ARCHIPELAGO – Gerakan Forum Aksi untuk Rano Poso (FARP), penentang perombakan warisan para leluhur yang kuat dugaan hanya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penguasa dan para kapitalis yang bersembunyi di balik mega proyek pembangkit tenaga listrik, PT. Poso Energy saat ini semakin gigih dan terus menguat hingga ke tingkat kalangan masyarakat bawah.

Para pemuda yang tergabung dalam Front Aksi untuk Rano Poso (FARP) itu secara terbuka terus menggencarkan serangan dan propagandanya. Baik lewat media sosial maupun lewat media online yang dipercayai masih berpihak dan peduli terhadap keberadaan situs bersejarah berupa jembatan kayu yang sebelumnya dengan susah payah dibangun dengan peluh dan darah oleh para pendahulu pada ratusan tahun yang lalu.

Perangkap Ikan Tradisional di Poso yang akan dibongkar

Gerakan para pemuda itu sendiri selain telah mendapat dukungan dari Partai Demokrat, Nasdem dan PDIP, saat ini juga mulai mendapat simpati dari sejumlah elemen masyarakat desa yang ikut prihatin dan menolak terhadap rencana perombakan tersebut. “Saat ini dukungan terhadap perjuangan kami semakin menguat. Sudah ada beberapa desa yang minta untuk pertemuan. Intinya mereka tidak setuju jika jembatan itu di bongkar,” ungkap salah satu pejuang FARP bernama Jimmy Methusala, Sabtu (10/3).

aksi demo pemuda Poso tentang pembongkaran bangunan bersejarah

Dari informasi yang berhasil dihimpun Media ini, jembatan yang didominasi material kayu itu rencananya akan dibongkar dan direnovasi sedemian rupa sehingga menyerupai bangunan modern yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat rekreasi dan tempat berjualan para pedagang yang ada di wilayah tersebut. Namun rencana tersebut langsung ditolak karena akan dibarengi dengan pengerukan dasar sungai yang akan diubah menjadi waduk sedalam 4 meter dan panjang 12 Km.

Jembatan Tentena yang juga bersejarah

“Jembatan itu adalah warisan budaya dari para leluhur. Keberadaannya sama sekali tidak mengganggu dan telah menjadi saksi bisu sejarah panjang perjalanan Poso sejak jaman Kolonial Belanda, Jepang, GPST hingga perebutan kemerdekaan bangsa ini. Jika jembatan itu dibongkar maka kita selain akan kehilangan situs, pasti akan mengalami bencana,” tegas salah satu warga bernama Victor seraya meminta Pemerintah Daerah segera duduk dan menutup rencana tersebut.(DEDY TODONGI)

LEAVE A REPLY