Uwentira, Kota Ghaib di Belantara Sulawesi Tengah

0
551

ARCHIPELAGO – Tak akan ada yang percaya jika di tengah hutan belantara Provinsi Sulawesi Tengah ternyata terdapat sebuah Kota mistis/ghaib bernama Uwentira.

Seperti kota-kota lainnya, Uwentira memiliki keberagaman dan struktur pemerintahan dan otonominya sendiri.

Dari kisah yang ada, salah satu pimpinan tertinggi dan disegani di wilayah itu di sebut dengan panggilan Ngkai Janggo (Pria tua berjanggut) yang kesehariannya menggunakan baju kebesaran khas Uwentira berwarna kuning dan dilengkapi dengan sorban kebesaran yang juga berwarna kuning di kepalanya.

Para turis penasaran dengan kota ghaib Uwentira

“Kalo pimpinannya biasa dipanggil dengan sebutan ngkai Janggo,” demikian seperti yang dikutip dari almarhum Jesi warga Desa Buyuntaripa Poso-Ampana yang juga adalah manusia nyata yang konon sejak kecilnya telah diambil dan tinggal bersama orang- orang Uwentira di Uwentira. (Kisah tentang Uwentira ini diceritakannya kepada sejumlah warga Poso di Kelurahan Kawua sekitar tahun 1995 silam).

Masih pada kisah dan sumber yang sama. Tentang teknologi yang ada pada sekitar tahun 1980-an atau dimana automotif manusia nyata masih belum berkembang, orang-orang di Uwentira justru kata Jesi sudah menggunakan mobil sejenis Sedan atau jenis mobil-mobil mewah lainnya yang warnanya juga serba kuning yang digambarkannya bagai kilapan emas yang tengah diterpa oleh kilau matahari di siang hari.

Suasana jalan di tikungan gerbang Uwentira

“Kalau di sana banyak mobil-mobil bagus, jalan-jalannya juga lebar dan mulus tapi semua mobilnya berwarna kuning,” ujarnya.

Selain kehebatan automotifnya, di kota itu tambah Jesi juga terdapat kehidupan yang maha makmur plus pusat-pusat perbelanjaan dan mall-mall modern yang lagi-lagi kata Jesi tidak dapat disaingi oleh kota-kota besar yang pernah ada di permukaan bumi ini. “Kalau pasarnya juga besar dan ramai, semuanya ada dan bisa didapat di sana,” imbuhnya.

Untuk mencapai Kota mistis ini ternyata tidak semua orang bisa melakukannya. Diperlukan ritual khusus dan persetujuan penunggu gerbang yang rupanya sengaja di tempatkan di sekitar kawasan hutan belantara Uwentira ini. Lama waktu untuk menuju ke areal itu sendiri diperkirakan membutuhkan sekitar satu jam setengah perjalanan dari pusat ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, Palu.

Ilustrasi kota ghaib

“Kalau punya nyali silahkan datang sendiri dan bikin ritualnya, kalau beruntung bisa tembus. Cuma yang ditakutkan jangan sampai tidak bisa kembali lagi karena Uwentira ini bukan main-main. Ini kota kramat yang benar-benar ada dan bukan sekedar cerita bohong,” tutur salah satu warga yang kebetulan ditemukan dan mengaku biasa disebut sebagai Bunda Wani kepada media pekan kemarin.(TEDDY)

LEAVE A REPLY