Workshop Rilis Album Format Kaset

0
48

ARCHIPELAGO – Sebagai penutup dari rangkaian acara Pameran Museum bertajuk “Indonesia Bermusik”, House of Sampoerna menyelenggarakan Workshop Rilis Album Format Kaset oleh Yanuar Achbar (Agogo Record) dan dua musisi indie Surabaya yakni Ryanka (Mooikite), dan Fajro (Tuan Tanah) pada 27 April 2019 di Function Hall House of Sampoerna.

Acara yang diselenggarakan untuk mengenalkan cara pembuatan rilis berupa kaset secara independen ini menjelaskan secara rinci langkah-langkah mulai dari persiapan alat perekam tape deck, kabel RCA, pemasangan converter, pengaturan volume, kaset kosong, sampai pemilihan lagu yang sudah selesai direkam. Setelahnya para peserta dapat langsung membawa hasil rekaman dalam bentuk kaset yang dibuat.

Pelatihan menggunakan pita kaset dipilih untuk mengenang dan menggalakkan kembali keberadaannya yang sudah banyak membantu musisi dalam menyalurkan karya mereka. Ukurannya yang kecil dan mudah dibawa dapat memudahkan penikmat musik untuk mengaksesnya.

Menilik sejarahnya, pita kaset mulai tersebar di Indonesia pada tahun 1960-an menggeser keberadaan pita reel serta piringan hitam. Kaset hadir dengan pilihan alternatif baru yang lebih mudah untuk diproduksi. Dengan desainnya yang simpel, kaset memiliki penikmatnya sendiri. Salah satu label yang memproduksi karya menggunakan kaset ialah Lokananta dan mendapatkan kejayaan hingga awal tahun 2000.

Pita kaset masih menjadi idola bagi penikmat lagu, baik yang diproduksi secara luas maupun independen. Label independen yang masih aktif memproduksi karya di Surabaya adalah Agogo Record. Menurut Yanuar Achbar “Dalam industri musik saat ini Agogo Record ingin melestarikan keberadaan rilisan album kaset. Ada sensasi dan keunikan tersendiri saat mendengarkan lagu dari kaset sambil membaca lirik lagu yang tersedia.”

Manager House of Sampoerna, Rani Anggraini, mengatakan, workshop ini diselenggarakan untuk turut serta mengenalkan kaset kepada generasi milenial, selain sebagai penutup rangkaian pameran Indonesia Bermusik yang diselenggarakan dari 20 Maret-28 April 2019.

“Keseluruhan rangkaian acara pameran Indonesia Bermusik diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terutama generasi muda terhadap musik Indonesia.”(BUD)

ENGLISH VERSIONS:

Release Cassette Format Album Workshop

The label of cassette

ARCHIPELAGO – In closing the series of Museum Exhibition events titled “Indonesian Music”, the House of Sampoerna held a Cassette Format Album Release Workshop by Yanuar Achbar (Agogo Record) and two Surabaya indie musicians, Ryanka (Mooikite), and
Fajro (Landlord) on April 27, 2019 at the Function Hall House of Sampoerna.

The event was held to introduce the method of making an independent cassette release, explaining in detail the steps starting from the preparation of tape deck recorders, RCA cables, converter installation, volume settings, blank tapes, up to selection of songs that have been recorded. Afterwards the participants can immediately bring the recorded results in the form of tapes made.

Training to use cassette tapes was chosen to commemorate and revive its existence which has helped many musicians to channel their work. Its small size and easy to carry can make it easier for music lovers to access it.

Given its history, cassette tapes began to spread in Indonesia in the 1960s shifting the existence of tape reels and LPs. Tapes come with new alternative choices that are easier to produce. With a simple design, the cassette has its own audience. One of the labels that produced works using tapes was Lokananta and gained glory until the beginning of 2000.

Ribbon tapes are still an idol for song lovers, both widely produced and independent. An independent label that is still actively producing works in Surabaya is the Agogo Record. According to Yanuar Achbar “In the music industry today, Agogo Record wants to preserve the existence of cassette album releases. There is a distinctive sensation when listening to songs from a cassette while reading the available song lyrics.”

The House of Sampoerna manager, Rani Anggraini, said, this workshop was held to participate in introducing tapes to the millennial generation, in addition to closing the series of Indonesia Bermusik exhibitions held from March 20 to April 28, 2019.

“The whole series of Indonesia Bermusik exhibition events are expected to increase the appreciation of the community, especially the younger generation, towards Indonesian music.”(BUD)

LEAVE A REPLY